Home / Kesehatan / Ketua IDI Riau Apresiasi Jumat Barokah Polresta Pekanbaru

Ketua IDI Riau Apresiasi Jumat Barokah Polresta Pekanbaru

Ketua IDI Riau Apresiasi Jumat Barokah Polresta Pekanbaru
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Ketua IDI wilayah Riau, dr Zul Asdi berkesempatan ikut langsung dalam Program Jumat Barokah Polisi Berbagi dan Peduli Polresta Pekanbaru pada Jumat (9/2/2018) di rumah Razali di Jalan Tanjung Karang RT 02/RW 01, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, secara spontanitas mengapresiasi.

Pekanbaru, Oketimes.com - Polresta Pekanbaru dalam sebuah program yang langsung menyentuh masyarakat kurang mampu, Jumat Barokah, ternyata bagi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Riau sendiri sangat mengapresiasi.

Ketua IDI wilayah Riau, dr Zul Asdi yang berkesempatan ikut langsung dalam Program Jumat Barokah Polisi Berbagi dan Peduli Polresta Pekanbaru pada Jumat (9/2/2018) di rumah bapak Razali di jalan Tanjung Karang RT 02/RW 01, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh, secara spontanitas mengapresiasi.

Dokter Zul Asdi kepada wartawan menyebutkan bahwa pada dasarnya dokter dan polisi itu, tugasnya sama pelayan masyarakat.

"Jadi, kami memantau dan melihat ada kegiatan Jumat Barokah. Dan saya lihat, kegiatan itu menggerakkan kita, tidak hanya untuk mengapresiasi tapi juga ikut," ujar dr Zul Asdi kepada wartawan, Jumat (9/2/2018) di lokasi, jalan Tanjung Karang RT 02/RW 01, Kelurahan Pesisir, Kecamatan Lima Puluh.

"Alhamdulillah, saat ini kami juga menghadirkan dokter spesialis. Insya Allah, kalau kita diberi kesempatan oleh bapak Kapolresta, kita ikut bergabung kembali," kata dr Zul.

Dia berharap, kegiatan Program Jumat Barokah ini kedepannya memiliki makna yang lebih tinggi.

Selain membantu warga yang kurang mampu, juga ada warga yang menderita berbagai penyakit yang telah dikunjungi Polisi Berbagi dan Peduli Polresta Pekanbaru dalam Program Jumat Barokah, Ketua IDI Riau menyebutkan bahwa akan duduk bersama dengan Polresta Pekanbaru serta Dinas Kesehatan dan BPJS.

"Karena kita bertanggungjawab juga untuk bisa memastikan pelayanan kesehatan lebih baik lagi. Untuk kebijakan, kita akan dorong BPJS dan Dinas Kesehatan yang mana program JKN itu betul-betul bisa menyentuh masyarakat, misalnya. Dan juga misalnya bantuan dari pemerintah seperti Jamkesda serta pasien-pasien yang kritis sebaiknya dilayani dengan baik oleh Rumah Sakit, tidak ada penolakan-penolakan pasien. Itu yang menjadi bahan bagi kami yang sering terjadi," terang Zul.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.