Home / Sosial / Kuasa Hukum Ptpn5 Curigai Amar Putusan PN Bangkinang

Kuasa Hukum Ptpn5 Curigai Amar Putusan PN Bangkinang

Kuasa Hukum Ptpn5 Curigai Amar Putusan PN Bangkinang
Fin
Kuasa hukum Ptpn 5 DR. Sadino, SH saat memberikan keterangan pada wartawan usai RDP dengan Komisi A DPRD Riau, Kamis (08/02/18).

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim Kuasa Hukum Ptpn 5, mempertanyakan dan sekaligus mencurigai amar putusan PN Bangkinang, yang memenangkan gugatan Yayasan Riau Madani vs PT Perkebunan Nusantara 5 (Lima) atas keabsahan lahan seluas 2.823 hektar di Desa Sei Agung Batu Langka Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar, Riau.     

Kecurigaan itu, diutarakan Sadino SH, selaku Kuasa hukum Ptpn 5 pada wartawan, usai menghadiri rapat RDP dengan Komisi A DPRD Riau, pada Kamis (8/2/2018) siang di Pekanbaru.

Ia menyebutkan bahwa Yayasan Riau Madani, bukan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha tanaman industri, kehutan, namun PN Bangkinang malah mengesahkan Yayasan Riau Madani untuk melakukan penumbangan kebun kelapa sawit milik PTPN V di areal yang didugat tersebut.

"Coa dibaca amar putusan pada Diktum kelima. Yayasan Riau Madani bukan bidang usaha tanaman industri. Kenapa kok dia memohon di dalam putusan untuk ditumbangkan pohon sawitnya lalu ditanami dengan tanaman kehutanan, akasia dan hutan tanaman industri, memupuk, merawat sampai jadi. Sementara status penggugat hanya sebagai aktivis LSM atau pun sejenisnya," ujarnya.

Dengan adanya amar putusan itu, Sadino mempertanyakan siapa yang punya kepentingan dalam gugatan dan putusan Pengadilan itu. Apa lumrah sebuah aktivis LSM atau Yayasan diberikan kewenangan untuk mengelolah lahan seluas 2.823 hektar untuk menami tanaman industri HTI atau sejenisnya.  

"Masa Riau Madani itu punya HTI, jangan-jangan ada perusahaan HTI di belakangnya," tanya Sadino mempertanyakan putusan PN tersebut didampingi kuasa hukum lainnya dan Humas PTPN 5 Sampe Sitorus.

Ketika didesak siapa atau perusahaan apa yang menjadi sponsor di belakang Riau Madani, Sadino enggan menyebutkan.

"Saya ndak mau memberikan itu, karena saya tak ada dokumennya. Tetapi saya bisa tafsirkan, HTI bukan lingkupnya Riau Madani. Tetapi penikmatnya adalah pengusaha HTI. Sebenarnya HTI nya siapa," ulas Sadino seraya menuding perusahaan HTI dibalik Yayasan Riau Madani. (fin)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.