Home / Hukrim / Miliki 3,9 Kg Sabu dan Pil Ekstasi, Dua Warga Pekanbaru Ditangkap Tim Satres Narkoba

Miliki 3,9 Kg Sabu dan Pil Ekstasi, Dua Warga Pekanbaru Ditangkap Tim Satres Narkoba

Miliki 3,9 Kg Sabu dan Pil Ekstasi, Dua Warga Pekanbaru Ditangkap Tim Satres Narkoba
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, SIK, SH, MH didampingi Kasat Narkoba Kompol Dedy Herman, SIK dan para Kanit Satres Narkoba saat menggelar Press Conferencenya, Kamis 8 Pebruari 2018 siang bertempat di Lobby Mapolresta.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru yang diback-up Polda Riau, Selasa 6 Pebruari 2018 malam, berhasil meringkus dua pelaku tindak penyalagunaan narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di kota Pekanbaru.

Kedua pelaku tindak pidana penyalagunaan Narkoba jenis sabu dan ekstasi tersebut, ditangkap dan diamankan pada waktu dan lokasi yang berbeda. Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan kurang lebih 4 Kg sabu dan beberapa butir pil ekstasi serta beberapa alat bukti pendukung lainnya.      

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto, SIK, SH, MH didampingi Kasat Narkoba Kompol Dedy Herman, SIK dan para Kanit Satres Narkoba dalam Press Conferencenya, Kamis 8 Pebruari 2018 siang bertempat di Lobby Mapolresta, menyebutkan bahwa kedua pelaku tindak penyalagunaan tersebut berinisial R alias I (40) dan F (32) warga kota Pekanbaru.

Ia menjelaskan, sebelum kedua pelaku diamankan, Tim Satres Narkoba Polresta mendapatkan informasi dari masyarakat, yang menyebutkan tersangka R alias I (40), sering melakukan transaksi Narkoba di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. Berdasarkan informasi tersebut, tim satres Narkoba langsung melakukan proses penyelidikan.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, Tim Satres Narkoba Polresta Pekanbaru mengetahui keberadaan tersangka R alias I (40) yang saat itu tengah berada di Hotel Holie Kecamatan Tenayan Raya, pada Selasa (6/2/2018) sekira pukul 23.30 WIB. Dengan diback-up personil Ditreskrimum Polda Riau, tersangka R alias I berhasil dibekuk.  

Saat digeledah, lanjut Kapolresta, tim memukan barang bukti satu paket kecil Narkotika jenis sabu dan (dua) butir pil ekstasi, dan mengamankan barang bukti lainnya seperti 1 unit HaPe merk samsung lipat warna putih, sebuah dompet yang berisikan uang tunai senilai Rp.350 ribu yang diduga hasil penjualan narkotika.

Ketika pelaku R alias I diintrogasi petugas, darimana barang bukti sabu tersebut didapatinya. Ia menyebutkan bahwa barang bukti sabu dan pil ekstasi tersebut didapati dari tangan tersangka F (32) yang tinggal di wilayah Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru.

Tak mau ketinggalan buruan, tim gabungan tersebut langsung bergerak cepat menuju lokasi TKP II, yang berada di Jalan Meranti Keluruhan Labuh Baru Timur Payung Sekaki. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penangkapan tersangka F (32).

Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, petugas berhasil menemukan 3 paket bungkus teh cina yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing sabu 1 Kg.

Selain itu, Polisi juga menemukan 9 paket sabu dengan berat masing-masing sabu 1 ons yang siap diedarkan dari dalam tas kamar tersangka F. Tidak sampai disitu, petugas juga berhasil mengamankan 1 pucuk senjata jenis air gun, sebuah dompet berwarna hitam yang berisi uang tunai Rp. 2.550.000, satu buah HaPe Samsung Android dan sebuah HaPe Blackbery.

Merasa cukup bukti, atas tindak pidana penyalagunaan Narkoba jenis sabu dan ekstasi tersebut, kedua tersangka dan barang bukti tersebut langsung digelandang ke Mapolresta Pekanbaru, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

"Saat ini keduanya sudah kita amankan berikut barang bukti sabu dan pil ekstasi, serta barang bukti lainnya, seperti Hanphone, uang tunai, dompet dan sepucuk senjata sofgun," ujar Kombes Pol Susanto, SIK, SH, MH dalam konfrensi Persnya itu. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.