Home / Sosial / Konflik Lahan Warga Desa Alim Versus PT Tasma Puju, Praktisi Hukum Angkat Bicara

Konflik Lahan Warga Desa Alim Versus PT Tasma Puju, Praktisi Hukum Angkat Bicara

Warga Desa Minta PT Tasma Puja Hengkang

Konflik Lahan Warga Desa Alim Versus PT Tasma Puju, Praktisi Hukum Angkat Bicara
Ist
Alhamran Ariawan SH MH, Praktisi hukum Riau.

Rengat, Oketimes.com - Konflik lahan antara masyarakat Desa Alim dengan PT Tasma Puja yang tidak berkesudahan, lantaran pihak perusahaan tidak mengakui adanya lahan warga Alim yang digarapnya hingga mencapai 110 Ha.

Praktisi hukum Alhamran SH MH mulai angkat bicara terkait konflik antara masyarakat Desa Alim dengan PT Tasma Puja atas adanya lahan warga Alim yang digarap perusahaan hingga mencapai 110 Ha.

Dia mengaku merasa terenyuh lantaran ulah PT Tasma Puja yang dinilai tengah semena mena membabat lahan karet masyarakat Desa Alim, tanpa ada musyawarah atau mengganti rugi lahan, meski sebelumnya lahan kebun karet tua dari peninggalan nenek moyang warga desa alim masih berproduksi.

Kepada awak medi ini, Alhamran mengaku sudah mendapat laporan dari masyarakat Desa Alim yang lahannya hilang begitu saja dan kini sudah menjadi kebun sawit PT Tasma Puja. Masalah ini memang akan diselesaikannya melalui jalur hukum, namun sebahagian warga inginnya mengusir keberadaan PT Tasma Puja, agar hengkang dari bumi Inhu ini.

"Itu terserah masyarakat saja, terlebih Pemkab Inhu sendiri membiarkan masalah itu tanpa dilakukan perundingan secara musyawarah," pungkas Alhamran saat ditemui di Pematang Reba belum lama ini.

Ditambahkan Alhamran, sepertinya Pemkab Inhu membiarkan masalah yang terjadi antara warga Alim dengan PT Tasma Puja, konflik sosial seperti ini harusnya cepat ditanggulangi dan diselesaikan, jika dibiarkan tidak tertutup masyarakat akan menempuh jalan dengan cara mereka sendiri, sehingga hasilnya sangat buruk sekali.

Kepala Desa Alim, Edi Purnama saat dikonfirmasi awak media ini pada Rabu 23 Mei 2018 mengatakan, selama ini PT Tasma Puja tidak mengakui lahan warga Alim sekitar 110 Ha sudah ludes dibabatnya dan ditanami kebun sawit oleh perusahaan.

Meski pihak perusahaan sempat mengatakan bahwa perundingan PT Tasma Puja masih akan merundingkannya dengan masyarakat Desa Kepayang Sari, guna mendudukkan permasalahan, sebab lahan itu sudah digantirugi oleh PT Tasma Puja kepada warga Kepayang Sari.

Menurutnya, kala itu memang masyarakat Alim memberi tenggang waktu selama tiga hari, namun saat ini sudah lebih waktunya belum juga ada jawaban dari pihak perusahaan. Jika nanti PT Tasma Puja tidak juga memberikan jawaban yang pasti, maka masyarakat Alim akan menduduki secara paksa lahan warga yang selama ini dinilai dirampas oleh perusahaan.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Alim, Thamrin Syam mengaku lahan yang diakui masyarakat Teluk Sungkai Desa Kepayang Sari sekitar 110 Ha itu, merupakan lahan masyarakat Desa Alim. Sedangkan lahan menurutnya, sudah diganti rugi oleh PT Tasma Puja.

"Hal inilah yang perlu didudukkan hingga mencapai kata sepakat, dan mendudukkan batas desa antara Desa Alim dengan Desa Kepayang Sari," pungkas Thamrin. (zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.