Home / Peristiwa / Calon Penumpang Ngaku Bawa Bom, Ini Penjelasan Batik Air Soal Penundaan Take Off di Bandara Lombok Praya

Calon Penumpang Ngaku Bawa Bom, Ini Penjelasan Batik Air Soal Penundaan Take Off di Bandara Lombok Praya

Calon Penumpang Ngaku Bawa Bom, Ini Penjelasan Batik Air Soal Penundaan Take Off di Bandara Lombok Praya
Ist
Ilustrasi, Maskpai Penerbangan Air Batik

Lombok Tengah, Oketimes.com - Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group memberikan keterangan terbaru layanan penerbangan pada Rabu (16/5/2018) bernomor ID 6659 dari Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) bahwa operasional berjalan normal dan berangkat tepat waktu (on time schedule) sesuai jadwal pada 18.58 WITA. Pesawat mendarat di Cengkareng pukul 19.43 WIB.

Penerbangan ID 6659 menggunakan Airbus A320-200 CEO beregistrasi PK-LUT dan pesawat berada dalam kondisi laik terbang.

Batik Air telah menjalankan prosedur penanganan seorang penumpang laki-laki berinisial ET dengan nomor kursi 23A secara tepat, karena berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. ET pada saat melakukan pelaporan diri dan bagasi (check-in) di terminal keberangkatan Lombok Praya mengaku bawa bom.

Jawaban tersebut diucapkan setelah petugas layanan darat (ground handling) atas nama Mela meminta keterangan terhadap isi dari barang bawaan, dikarenakan bentuknya mencurigakan.

Mela melakukan klarifikasi hingga dua kali dan ET tetap mengaku isinya adalah bom. Sesuai standar dan tahapan pelayanan, Mela melaporkan kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec airport) untuk proses lebih lanjut.

ET dibawa ke Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) atau sering disebut KP3. Berdasarkan hasil investigasi, bagasi tersebut tidak berisikan bom atau benda lain yang membahayakan. Namun, ET harus tetap menjalani proses penyelidikan atas tindakannya itu.

ID 6140 Cengkareng – Ternate

Batik Air menginformasikan penerbangan dari Cengkareng tujuan Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) pada Rabu (16/05/2018) yang menggunakan Airbus A320-200 CEO registrasi PK-LAS dan pesawat berada dalam kondisi laik terbang.

Batik Air memberikan penjelasan terkait informasi adanya bom yang bersumber dari seorang penumpang laki-laki dengan inisial RA. Ia menyebutkan kata 'bom' pada barang bawaan kepada salah satu awak kabin (flight attendant/ FA), ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding).

Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, kru pesawat yang bertugas  menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

Awak kokpit, kru kabin, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec), telah melakukan kerjasama dan koordinasi yang tepat.

Batik Air menegaskan tidak terdapat adanya bom atau barang bukti lainnya yang mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan dalam pesawat tersebut. Kepastian ini berdasarkan hasil pengecekan ulang (screening) 147 penumpang dewasa, satu anak-anak dan tiga bayi, barang bawaan serta kargo ID 6140 di Cengkareng.

Sesuai prosedur penanganan seorang penumpang, Batik Air menurunkan (offload) RA berikut bagasi dan barang bawaannya. Kemudian menyerahkan RA ke avsec, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

Kejadian tersebut tidak berdampak pada operasional (16/05/2018), Batik Air ID 6140 mendarat di Ternate pukul 15.35 WIT. Untuk penerbangan berikutnya dengan menggunakan pesawat yang sama yaitu ID 6141 lepas landas dari Sultan Babullah Airport pada 16.20 WIT dan tiba di Cengkareng pukul 18.10 WIB.

Lion Air Group menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.

Lion Air Group menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.