Home / Celeb / Dirjen Imigrasi Akui Zumi Zola Cegah ke Luar Negeri

Dirjen Imigrasi Akui Zumi Zola Cegah ke Luar Negeri

Dirjen Imigrasi Akui Zumi Zola Cegah ke Luar Negeri
(kumparan)
Zumi Zola, Gubernur Jambi saat menghadiri pemanggilan KPK di Gedung KPK pada Jumat (5/1/2018) lalu.

Jakarta - Penyidik KPK sudah mengirimkan permohonan pencegahan terhadap Gubernur Jambi Zumi Zola ke Luar Negeri. Pencegahan terhadap Zumi Zola bahkan sudah diminta oleh KPK sejak tanggal 25 Januari 2018 lalu.

Kabag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno, membenarkan mengenai pencegahan tersebut. Ia pun menyebutkan alasan pencegahan Zumi Zola yang termuat dalam surat permintaan dari KPK.

"Alasan pencegahan, karena keberadaan beliau diperlukan terkait proses penyidikan kasus korupsi menerima hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi," kata Agung seperti laporan kumparan.com pada Rabu (31/1/2018).

Sebelumnya, KPK juga mengakui sedang melakukan penyelidikan kasus di Jambi. Penyelidikan tersebut, merupakan pengembangan kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Jambi, untuk memuluskan pembahasan RAPBD Jambi tahun 2018.

Terkait kasus tersebut, diduga pihak DPRD menerima suap dari pihak Pemerintah Provinsi Jambi. Dari penyidikan yang dilakukan, KPK menemukan informasi lain yang kemudian menjadi dasar untuk melakukan pengembangan.

Zumi Zola menjadi salah satu pihak yang sempat diminta keterangannya terkait pengembangan kasus ini. KPK pun disebut sudah menerbitkan sprindik dengan menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka.

Zumi sebelumnya membantah terlibat dalam kasus tersebut. Ia mengaku tak pernah menginstruksikan bawahannya untuk menyuap anggota DPRD Jambi, demi memuluskan pembahasan terkait RAPBD Jambi Tahun Anggaran 2018.

"Saya menanggapinya bahwa saya sebagai atasan kan memberikan perintah. Perintahnya adalah menjalankan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tidak menyalahi aturan, tadi juga saya sampaikan seperti itu," kata Zumi Zola pada wartawan usai diperiksa penyidik di gedung KPK pada Jumat (5/1/2018) lalu.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.