Home / Kesehatan / Lagi, RSUD Bengkalis Berhasil Lakukan Operasi Bayi Hydrocepalus

Lagi, RSUD Bengkalis Berhasil Lakukan Operasi Bayi Hydrocepalus

Lagi, RSUD Bengkalis Berhasil Lakukan Operasi Bayi Hydrocepalus
int
Ilustrasi, Operasi Bayi Hydrocepalus.

Bengkalis, Oketimes.com - Seiring perjalanan waktu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis terus berbenah dan meningkatkan pelayanan. Bahkan untuk kedua kalinya RSUD Bengkalis berhasil mengambil tindakan operasi hydrocepalus terhadap bayi.

"Alhamdulillah, pada 16 Januari lalu, tim dokter RSUD Bengkalis berhasil memberikan tindakan terhadap penderita hydrocepalus, Azrina Rosada bayi berusia dua bulan," ungkap Pelaksana Tugas RSUD Bengkalis dr. Ersan Saputra, TH, melalui rilis yang disampaikan kepada Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Bengkalis, Senin 29 Januari 2018.

Pasien hydrocepalus yang dioperasi pihak RSUD Bengkalis merupakan pasien rujukan dari RSUD Siak. Dikatakan Ersan, RSUD Bengkalis merupakan RSUD yang pertama di Provinsi Riau melakukan operasi hydrocepalus.

Seperti diketahui, sebelumnya, pada bulan Maret 2017, dokter spesialis syaraf berkolaborasi dengan spesialis anak dan spesialis anastesi RSUD Bengkalis juga telah melakukan hal yang sama.

Sebelum dilakukan operasi bayi pendertia hydrocephalus dirawat secara intensif di NICU (Neonatal Intesive Care Unit). NICU ini merupakan layanan unggulan di RSUD Bengkalis. Dengan adanya NICU semua di bawah pantauan intensif tim dokter untuk merawat maupun mengobati bayi baru lahir yang membutuhkan perawatan khusus.

"Kita bersyukur RSUD Bengkalis sudah memiliki unit layanan NICU, sehingga bisa melayani bayi baru lahir dengan kondisi yang mengkhawatirkan secara optimal," imbuh Ersan.

Pasca operasi, Azrina Rosada terus dipantau oleh tim dokter RSUD. Setelah dnyatakan dalam keadaan membaik dan sudah bisa pulang pada Senin tanggal 22 Januari silam, pihak keluarga membawa pulang bayi mungil tersebut.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.