Home / Pemerintahan / Siak Kemilau Mahligai Melayu

Siak Kemilau Mahligai Melayu

Siak Kemilau Mahligai Melayu
Diskominforsantik Siak For Oketimes.com
Direktur Edukasi Bekraf RI Poppy Savitri saat melakukan ekspos kehadiranya di kabupaten Siak Sri Indrapura dalam rangka melaksanakan kegiatan IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Klaborasi Nusantara) tahun 2018 di hadapan Plt Bupati Siak Drs Alfedri MSi beserta OPD terkait di Aula Pertemuan Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak pada Senin 07 Mesi 2018.

Siak, Oketimes.com - Direktur Edukasi Bekraf RI Poppy Savitri saat melakukan ekspos kehadiranya di Siak Sri Indrapura dalam rangka melaksanakan kegiatan IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Klaborasi Nusantara) tahun 2018.

Tujuan program ini adalah dalam rangka mengangkat potensi budaya lokal, sehingga mengalami inovasi yang akhirnya berdampak ekonomi, dan berorientasi pada pasar komersil. Hal ini di ungkapkannya di Aula Pertemuan Pucuk Rebung Kantor Bupati Siak pada Senin 07 Mesi 2018 di hadapan Plt. Bupati Siak H. Alfedri.

Poppy juga menjelaskan, program ini merupakan kelanjutan dari lima daearah yang telah terpilih memenuhi persyaratan termasuk dalam 10 destinasi pariwisata prioritas nasional. Lima Kabupaten atau Kota tersebut adalah Kabupaten Siak di Riau, Kabupaten Belitung provinsi Bangka Belitung, Kota Singkawang Kalimantan Barat, Kabupaten Dompu, NTB dan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

"Keberadaan kita di Siak untuk melihat potensi lokal, dan UMKMnya. Saat ini kita juga mengirimkan orang-orang yang sesuai dengan potensi masing-masing daerah yang nantinya untuk di gali,. Saya melihat Siak memiliki potensi yang paling lengkap di sini ada tari tarian, ada fashion, kuliner khas melayu dan juga ada Seni Arsitektur yang nantinya dapat kita eksplor," terang Poppy.

Sementara itu, anggota Bekraf yang membidangi Business Developer Muhammad Irfan mengungkapkan, kekagumannya saat melakukan perjalanan dari Pekanbaru menuju Siak saat mengunakan kapal perahu melintasi jalur Sungai Siak. Memiliki kesan yang amat menarik untuk di ulas bersama teman-teman tentang potensi alam yang begitu indah.

"Kenapa kami tidak memilih jalur darat dari Pekanbaru menuju Kota Siak, Karena kami pengen melihat hal yang berbeda, di perjalanan melihat indahnya Sungai Siak, bersih dan besar tentu adanya di Siak. Setibanya kami di kota Siak kami melihat sebuah kota yang tata kota nya cukup bagus, sangat rapi dan indah, ini juga Bisa di sebut kota pisioner," Terang Muhammad Irfan.

Sementara itu, Plt. Bupati Siak Alfedri mengucapkan terimakasih kepada Bekraf yang telah menunjuk kabupaten siak sebagai salah satu Kabupaten yang memilik program Inovatif dan Kreatif dalam klaborasi Nasional, dari 12 Kabupaten Kota terpilih 5 Kabupaten Kota yang melakukan ekspos, dari lima Kabupaten Kota tersebut yang salah satunya Kabupaten Siak.

Alfedri menambahkan, Kehadiran Rombongan Bekraf di Kabupaten Siak merupakan momentum yang sangat baik untuk mempotifasi, mendorong dan menstimulus dan dapat membantu mengembangkan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Siak ini dapat berdaya saing baik di pasar nasional maupun Internasional.

"Kita di Siak memiliki potensi UMKM yang cukub besar, ini terlihat semangat anak-anak muda Kabupaten Siak sangat tinggi menciptakan produk UMKM, namun masih menyentuh pasar lokal," terang Alfedri.

Rombongan Badan Kreatif RI yang berjumlah 12 orang itu akan berada di Siak selama 9 (sembilan) hari yang di mulai pada tanggal 06 samapai dengan 14 Mei 2018 mendatang. berikut nama nama Profesional tersebut.

1. Titi Indahyani sebagai Mentor, Muh Irfan sebagai Business Developer, Adhisty Pramitha K. (Arsitektur), Mohammad Faras Zhafran (Desain Interior), Rininta Isdyani (Desain Produk), Fatimah Rangkuti (Desain Komunikasi Visual), Himawan Abdillah (Desain Komunikasi Visual), Dede Ananta (Desainer Fashion), Vita Oktaviana (Koreografer), Ayu Putri D. (Antropolog), Himawan Saputra (Fotografer), Bagus Pradono (Videografer).***/man.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.