Home / Hukrim / Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap, Kapolres Bengkalis Ingatkan Event Asian Game

Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap, Kapolres Bengkalis Ingatkan Event Asian Game

Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap, Kapolres Bengkalis Ingatkan Event Asian Game
Diskominforsantik Bengkalis to oketimes.com
Teks foto: Kapolres Bengkalis, AKBP Yusuf Rahmanto SIK, bersama tamu kehormatan melakukan pengecekan alat kelengkapan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, milik prusahan dan instansi pemerintahan, usai Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap, di Pantai Selatbaru, Senin 7 Me

Bengkalis, Oketimes.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bersama sejumlah anggota pemadam kebakaran dari Perusahaan, TNI-Polri dan Organisasi Perangkat Daerah terkait yang ada di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan, Senin, 7 Mei 2018.

Apel yang digelar di Pantai Selatbaru, Kecamatan Bantan ini, dipimpin Kapolres Bengkalis, AKBP Yusuf Rahmanto SIK, sekaligus melihat alat kelengkapan penanggulangan bencana asap dari berbagai Perusahaan, Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bengkalis maupun perangkat daerah terkait lainnya.

"Pencegahan terjadinya bencana asap merupakan tugas berat kita bersama. Terlebih di tahun 2018 ini Negara kita akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Game. Maka kita harus tingkatkan kesiapsiagaan, agar di Kabupaten Bengkalis khususnya, tidak terjadi bencana asap akibar Karhutla," ujar Kapolres ketika mewakili Bupati Bengkalis, menjadi Inspektur Upacara.

Jika terjadi bencana asap, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan event berskala Asia ini akan terganggu. Bahkan bisa saja mengakibatkan pembatalan yang tentunya berujung pada buruknya nama Negara Indonesia.

"Jarak pandang terganggu, udara yang tidak baik untuk kesehatan dan bahkan bisa mengakibatkan akses penerbangan dan trasportasi lainnya, menjadi dihentikan. Dan ini sangat perlu kita antisipasi, agar tidak terjadi," terangnya.

Berbagai kegiatan seperti Pre-Emtif, Preventif dan Represif, menurut Yusuf yang baru menjabat sebagai Kapolres Bengkalis, sejak April 2018 kemarin ini, harus terus dilakukan agar pencegahan bencana asap dapat terlaksana dengan baik.

"Pre-Emtif bisa kita lakukan mulai dari  upaya-upaya awal untuk mencegah, seperti sosialisasi, imbauan, kita pasang sepanduk dan kemudian kita laksanakan diskusi-diskusi dengan masyarakat. Ini harus terus kita laksanakan supaya jangan sampai membuka lahan atau membersihkan dengan membaka," sebutnya.

Upaya Preventif juga harus dilaksanakan, lanjutnya, seperti menggencarkan patrol gabungan, untuk sama-sama mengantisipasi agar dapat dicegah sedin mungkin terjadinya karhutla.

"Kemudian, Represif adalah upaya terakhir. Tentunya kalau itu terjadi, ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian faktor manusia, maka akan kita proses. Mudah-mudahan tidak terjadi hal seperti ini," katanya.

Sebagaimana arahan tertulis Bupati, Kapolres Bengkalis juga mengajak melalui apel kesiapsiagaan tersebut, agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam pencegahan terjadinya bencana asap.

"Dengan apel ini, kita harapkan semuanya siap dan sadar akan tugas untuk mencegah atau menghadapi bencana itu. Kemudian, dalam hal ini tidak bisa kita laksanakan sendiri-sendiri, tentunya harus bekerja sama, keterpaduan dan sinerginas kita, antar lembaga. Baik TNI, Polri, BPBD, Damkar, Perusahaan dan rekan-rekan MPA serta elemen terkait lainnya," jelasnya.

Turut hadir pada apel tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Bengkalis, Heri Indra Putra, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau, Edward Sanger, Dandim 0303 Bengkalis diwakili Kasdim Mayor Inf Dedyk Wahyu Widodo Kepala Pelaksana BPBD Bengkalis, Ja’afar Arief, sejumlah kepala Perangkat Daerah, Camat dan Kepala Desa, serta tamu undangan lainnya.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.