Home / Peristiwa / Jamret Gelang Emas IRT, Dua Pemuda Ini Bonyok Dipelasah Warga

Jamret Gelang Emas IRT, Dua Pemuda Ini Bonyok Dipelasah Warga

Jamret Gelang Emas IRT, Dua Pemuda Ini Bonyok Dipelasah Warga
Humas Polresta Pekanbaru For Oketimes.com
Kapolsek Limapuluh Kota Pekanbaru Kompol Angga, SIK saat memberikan keterangan kepada awak media Rabu 17 Januari 2018 di halaman Mapolsek Limapuluh.

Pekanbaru, Oketimes.com - Nekat melakukan aksi jambret disiang bolong, dua pelaku jambret yang beraksi di Jalan Sisingamangaraja Pekanbaru, Rabu siang 17 Januari 2018 sekira pukul 12.30 WIB, nyaris bonyok dipelasah massa.           

Kedua pelaku jambret itu yakni, NE alias Nanda (24), warga Jalan Sumber Sari Gg Usaha Kecamatan Lima Puluh dan JM (23) warga Jalan Hangtuah Ujung Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Keduanya berhasil ditangkap polisi saat mereka melarikan diri dan bersembunyi disemak-semak Perumahan Graha Hangtuah.

Dari tangan tersangka NE, polisi berhasil mengamankan satu buah gelang emas milik SJ (49) seorang ibu rumah tangga yang menjadi korban jambret dan satu unit ranmor roda dua merk honda beat warna merah. 

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian setempat, sebelum keduanya diamankan petugas, kedua pelaku tengah berhasil melakukan tindak kejahatan jambret di Jalan Sisingamangaraja wilayah hukum Polsek Limapuluh Kota Pekanbaru pada Rabu siang 17 Januari 2018.     

Kedua pelaku berhasil merampas sebuah gelang emas milik SJ (49), seorang ibu rumah tangga saat melintas di Jalan tersebut, dengan mengendarai sepada motor dan berboncengan dengan anak korban yang hendak mengantarkan ke sekolah.      

Lantas, kedua pelaku yang sedari tadi tengah mengincar korban, langsung memepet dan merampas perhiasan gelang emas yang dikenakan korban dan kabur melaju kencang kearah jalan Hangtuah Ujung.

Tersentak dengan kejadian yang dialami korban, Ibu rumah tangga yang berboncengan dengan putranya tersebut mengjar pelaku, seraya meneriaki jambret kepada kedua pelaku.

Teriakan tersebut, ternyata mendapat respon dari salah satu anggota Dalmas Polda Riau yang kebetulan melintas di Jalan Hangtuah Pekanbaru dan langsung mengejar kedua pelaku jambret tersebut.     

Saat terjadi kejar-kejaran, kedua pelaku sempat menabrak pengendara lain, dan kedua pelaku sempat terjatuh. Namun lantaran ada yang mengejar mereka, keduanya pun meninggalkan motor honda beat warna merah ditengah jalan dan berpaya kabur ke sebuah perumahan Graha Hangtuah.

Tak mau ketinggalan buruan, anggota Dalmas Polda Riau beserta dengan korban dan warga setempat berupaya mencari kedua pelaku yang sempat bersembunyi di semak-semak perumahan tersebut.  
 
Berkat adanya respon masyarakat untuk mencari kedua pelaku, tak lama kemudian keduanya berhasil diamankan warga setempat dan sempat menghajar kedua pelaku hingga nyaris bonyok dipelasah massa.

Beruntung aksi main hakim sendiri itu, dihentikan anggota Dalmas Polda Riau tersebut, sehingga kedua pelakus selamat dari amukan massa. Akan tetapi kedua pelaku sempat mendapat bogeman warga dan kepala pelaku meneteskan darah segar akibat hantaman yang membabi buta kepada kedua pelaku.      

Usai berhasil diamankan warga, dan barang bukti gelang emas curian tersebut langsung digiring ke Mapolsek Limapuluh, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Saat tiba di Mapolsek Limapuluh, kedua pelaku disarankan untuk dirawat terlebih dahulu ke RS Bhayangkara Polda Riau, guna dilakukan perawatan, lantaran kedua pelaku mengalami luka yang cukup serius akibat amukan massa.  

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM saat dikonfirmasikan Rabu, siang (17/1/2018), membenarkan adanya penangkapan kedua pelaku jambret yang saat ini diamankan di Mapolsek Limapuluh Kota Pekanbaru.

"Ya keduanya saat ini sudah diamankan di Mapolsek Limapuluh Pekanbaru, guna dilakukam proses penyidikan lebih lanjut," singkat Guntur. (ars)    

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.