Home / Peristiwa / Ajak Jalan-jalan Sore, Bunga Malah Diajak Gituan di Kebun Sawit

Ajak Jalan-jalan Sore, Bunga Malah Diajak Gituan di Kebun Sawit

Ajak Jalan-jalan Sore, Bunga Malah Diajak Gituan di Kebun Sawit
Humas Polda Riau For oketimes.com
Tersangka Luk alias Man (23), pelaku tindak pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur, saat diamankan di Mapolsek Tandun Kabupaten Rokan Hulu Riau, Jumat (12/1/2018) sore.

Tandun, Oketimes.com - Nekat mencabuli dan menggauli Bunga (bukan nama sebenarnya 16), Luk alias Man (23), terpaksa harus mendekam di ruang sel tahanan Polsek Tandun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, Jum'at 12 Januari 2018 sore, sekira pukul 17.00 WIB.    

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian setempat, peristiwa tindak pencabulan yang disertai dengan kekerasan tersebut, terjadi pada Rabu 10 Januari 2018 sore, sekira pukul 17.30 Wib lalu. Dimana pelaku pura-pura mengajak dan merayu korban bunga untuk jalan-jalan sore (JJS) di sekitaran kota Tandun.

Setelah sukses mengajak dan merayu bunga untuk jalan-jalan sore dengan menaiki sepeda motornya, pelaku malah mengarahkan perjalanan menuju sebuah perkebunan milik perusahaan PTPN V, tepatnya di kebun sawit Sei Tapung Kecamatan Tandun Kab. Rokan Hulu, Riau.

Setibanya di kebun tersebut, Luk malah mengajak bunga untuk melakukan intim. Akan tetapi ajakan itu, ditolak oleh korban. Namun Luk, tetap bersikukuh untuk mengajak bunga, seraya memaksa memasukkan tangannya kedalam kemaluan korban.

Bunga pun sempat meronta saat itu, akan tetapi pelaku malah melakukan kekerasan dengan memukul punggung korban. Akibat kalah tenaga, pelaku semakin beringas untuk melancarkan aksinya, dengan menggerangi kemaluan dan melepaskan celana korban.

Sukses melepas celana dalam korban, pelaku langsung memaksukan organ alat vitalnya kedalam kemaluan korban, sehingga terjadi hubungan intim. Sementara korban, hanya bisa berdiam diri dan pasrah dalam keadaan tersebut.                

Usai melakukan aksi pencabulan dan intim tersebut, pelaku kemudian mengajak korban untuk pulang ke rumahnya. Bercampur rasa sedih dan takut, korban menuruti perkataan pelaku.

Selama dalam perjalanan pulang, pelaku meminta korban untuk tidak memeritahukan hal tersebut kepada orang lain, termasuk kepada orang tua korban. Setibanya mengarah ke rumah korban, pelaku hanya menurunkan Bunga di sebuah jembatan yang tidak jauh dari rumahnya dan pelaku pergi meninggalkan begitu saja.         
 
Tak lama kemudian, saudara korban datang kelokasi jembatan tersebut dan mendapati korban dalam keadaan sedih dan bercampur takut. Korban pun diajak untuk pulang, akan tetapi dirinya menolak ajakan saudara laki-laki tersebut.

Merasa ada yang janggal dialami adik perempuannya tersebut, saudara laki-lakinya itu bergegas untuk menjemput orang tua korban, agar bisa mengajak bunga pulang. Setelah ibunya datang untuk menjemput korban, bunga terlihat menagis seraya memandangi ibunya yang baru tiba untuk menjempunya pulang.

"Kenapa kamu menangis ada apa," tanya sang ibu. Dengan penuh rasa penyesalan dan bercampur takut, akhirnya bunga pun memberitahukan dan menceritakan apa yang sudah dialami mereka dengan pelaku.

Mendengar pengakuan anak gadis mungilnya itu, orang tua korban merasa kesal dan tak terima apa yang sudah dialami putrinya tersebut serta berencana melaporkan kejadian yang dialami korban ke Mapolsek Tandun, untuk mengusut pelaku.

Tepat pada Jum'at 12 Januari 2018, sekira pukul 11.30 wib, orang tua dan korban bunga mendatangi Polsek Tandun, dengan maksud melaporkan tindak pidana Perbuatan Cabul Terhadap Anak Dibawah Umur dengan Laporan Polisi Nomor : LP/04/I/2018/RIAU/ Res Rohul / Sek Tandun. Dalam laporan tersebut, orang tua korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek tandun guna proses lebih lanjut.

Usai menerima laporan itu, Kanit Reskrim Polsek Tandun bersama anggota melakukan pengecekan TKP dan mencari tahu keberadaan pelaku. Tak butuh waktu lama, tepat pada pukul 16.00 wib, pelaku diketahui sedang berada di Dusun Rimba Sari Desa Dayo Kec. Tandun Kab. Rohul dan mengamankan pelaku.

Berdasarakan keterangan pelaku kepada petugas, ia mengakui telah melakukan pencabulan dan memasukkan alat vitalnya kapada kemaluan milik korban.

Terkait kasus tersebut, Polsek Tandun mengamankan barang bukti seperti satu unit handphone milik pelaku, 1 Unit Handphone milik korban, dan celana dalam serta satu stel pakaian milik korban.

Merasa cukup bukti atas perbuatan pelaku, petugas pun menggelandang pelaku dan mengamankan barang bukti tersebut ke Mapolsek Tandun, guna dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM saat dikonfirmasikan, Sabtu (13/1/2018) malam, membenarkan adanya penangkapan pelaku tindak pencabulan dan kekerasan yang dialami anak di bawah umur oleh Polsek Tandun pada Jumat (12/1/2018) sore.

"Saat ini pelakunya sudah diamankan di Mapolsek Tandun Rohul, guna dilakukan prose penyidikan lebih lanjut," pungkas Guntur. (ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.