Home / Hukrim / Pergoki Suami Mesum, Anak dan Istri Ini Masuk Sel, Kok Bisa!

Kasus Perkusi di Pekanbaru

Pergoki Suami Mesum, Anak dan Istri Ini Masuk Sel, Kok Bisa!

Pergoki Suami Mesum, Anak dan Istri Ini Masuk Sel, Kok Bisa!
Humas Polda Riau For oketimes.com
Enam terduga pelaku perkusi yang menyebabkan AM (62) meninggal dunia saat memerpergoki korban sedang berbuat mesum dengan wanita lain di Jalan Kubang Raya Kelurahan Tuah Madani Tampan Pekanbaru, Sabtu (13/1/2018) dini hari.

Pekanbaru, Oketimes.com - Maksud hati gerebek suami saat mesum dengan wanita lain, SP alias Sari (44) beserta lima terduga perkusi nekat melakukan penghakiman yang menyebabkan korban tewas, terpaksa harus mendekam di ruang sel tahanan Polsek Tampan, Sabtu (13/1/2018) pagi.           

Keenam pelaku perkusi terhadap korban Am (62) yang meninggal dunia tersebut, antara lain SP (44) Ibu Rumah Tangga yang juga istri kedua korban warga Jalan Uka Keluarhan Air Putih Kecamatan Tampan Pekanbaru. Ia diduga melakukan pemukulan dengan benda tumpul kepada korban.

Kedua YD (19) warga Jalan Kubang Raya Keluarhan Tuah Madani Kec Tampan, yang diduga berperan melakukan pencekikan dan mengikat korban. Ketiga, ES (17) warga Kubang Raya yang diduga melakukan  perekaman video lewat ponselnya atas tindakan main hakim sendiri tersebut.

Keempat terduga AD (20) warga Perumahan Mutiara yang diduga melakukan pengawaan dan menyenter kejadian perkusi tersebut. Kelima, terduga An alias Dwi (23) yang merupakan anak tiri korban yang melakukan penggerebkan dengan mendobrak pintu lokasi mesum korban.

Selanjutnya, Wel (19) warga jalan Budidaya Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan yang diduga berperan menahan dan memegangi tangan korban.

Informasi yang dirangkum dari Bidang Humas Polda Riau, sebelum keenam pelaku perkusi tersebut diamakan polisi. Keenamnya, diduga nekat melakukan penghakiman secara bersama-sama terhadap Am (62) yang sedang kepergok berduan dengan seorang wanita lain dalam keadaan bugil di sebuah bengkel tempat usaha korban pada Sabtu (13/1/2018) sekira pukul 00.30 Wib.

Melihat peristiwa tersebut, keenam pelaku termasuk SP (44) istri keduanya bersama anak tiri korban dan empat pelaku lainnya turut melakukan tindakan kekerasakan kepada korban AM dan teman wanita korban dengan melakukan penganiyaan kepada keduanya.

Dimana sebelum kedua korban dianiaya, keenam pelaku diduga terlebih dahulu mengikat kedua korban dengan tali plastik dan kemudian memukuli korban dengan benda tumpul secara membabi buta, yang mengakibatkan korban AM sempat pingsan dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat menjalani perawatan medis awal di RSJ Tampan.      
 
Beruntung, aksi perkusi tersebut tercium oleh petugas Polsek Tampan Pekanbaru dan langsung turun ke lokasi, guna melakukan pengamanan terhadap korban. Saat tiba di lokasi, petugas telah menemukan AM (62) dalam keadaan tidak sadarkan diri dan korban segera dibawa ke RSJ Tampan, untuk dilakukan pertolongan pertama.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, ternyata korban AM sudah meninggal dunia. Korban diduga meninggal akibat diduga terkena benda tumpul akibat perkusi yang dilakukan para pelaku tersebut.  

Atas kejadian tersebut, petugas pun langsung melakukan olah TKP dan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi, serta menghubungi keluarga korban dan melakukan pengamanan keenam pelaku dan meminta keterangan dari saksi-saki.

Usai melakukan serangakain penyeilidikan, Polsek Tampan langsung mengamankan keenam pelaku, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, saat dikonfirmasikan Sabtu (13/1/2018) siang, membenarkan adanya peristiwa perkusi yang dilakukan oleh keenam pelaku terhadap korban Am (62) meninggal dunia, akibat diduga adanya penganiyaan secara bersama-sama kepada korban ketika dipergoki melakukan mesum dengan teman wanitanya di sebuah bengkel tempat usaha korban.

"Kedua dari enam pelaku, tidak lain merupakan anak tiri dan istri kedua korban, sementara pelaku lainya merupakan rekan atau teman pelaku lainnya," ujar Susanto pada wartawan saat ditemui di RS Bayangkara Pekanbaru.

Keenam pelaku diduga melakukan penganiyaan secara bersama-sama dengan yang terlebih dahulu mengikat kedua korban dan melakukan penganiyaan terutama kepada korban AM (62) yang mengakibatkan korban tewas.
       
"Terkait hal ini, kita sudah mengamankan keenam pelaku di Polsek Tampan Pekanbaru, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut," pungkas Susanto. (ars).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.