Home / Pemerintahan / Disdukcapil Rokan Hulu Sebut Tinggal 5 Persen Belum Memiliki E-KTP

Disdukcapil Rokan Hulu Sebut Tinggal 5 Persen Belum Memiliki E-KTP

Disdukcapil Rokan Hulu Sebut Tinggal 5 Persen Belum Memiliki E-KTP
Ist
H. Syaiful Bahri, S.Sos. M.Si, Kepala Disdukcapil Kabupaten Rokan Hulu, Riau.

Pasir Pangaraian, Oketimes.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menyatakan 95 persen warga rohul saat ini sudah memiliki elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

Selain terus menyisir warga yang belum merekam e-ktp, disdukcapil rohul kini juga intensif datangi sekolah-sekolah untuk rekam siswa yang sudah berstatus sebagai menjadi wajib ktp.

Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil Rohul, H. Syaiful Bahri, S.Sos. M.Si kepada Wartawan, Senin (8/1/18) di Pasir Pengaraian.

Syaiful Bahri menjelaskan, dari data disdukcapil Rohul dari 368.983  jumlah penduduk rohul yang berstatus wajib ktp, 334.737 warga  atau 93 persen diantaranya sudah melakukan perekaman.  Sementara warga yang belum melakukan perkeman terdata sebanyak 24.246 jiwa.

Saiful bahri mengatakan, dari 368.983  jiwa penduduk rohul yang sudah melakukan perekman 328.558 jiwa atau 95 persen warga diantaranya, sudah dicetak e-ktpnya. sementara sekitar 10.254 warga, sudah selesai proses penunggalan data.

"Selain itu ada 3.950 warga saat ini tengah dalam proses peninggalan data di pusat, tapi itu otoritas pusat, jika Penunggalan data selesai maka data itu akan menjadi Prin Readi Record (PRR) dimana e-KTP nya siap dicetak," kata Saiful.

Guna memastikan seluruh masyaraat rohul mendapatkan identitas penduduk, lanjut saiful, disdukcapil rohul saat ini gencar turun ke desa-desa untuk melakukan perekaman warga yang belum merekam.

"Selain itu kita juga intens turun ke sekolah-sekolah/ untuk melakukan  perekaman kepada siswa sekolah yang sudah berstatus wajib ktp," jelasnya.

Saiful bahri menyatakan disdukcapil tetap berupaya maksimal untuk memastikan seluruh warga rohul mendapatkan identitas. Bahkan dia berani memastikan seluruh pelayanan di disdukcapil dan juga uptd tidak dipungut biaya alias gratis.

"Jangan berurusan menggunakan calo, kita pastikan seluruh layanan disdukcapil baik dikantor disdukcapil atau di uptd itu gratis tidak dipungut biaya," pungkasnya. (ys)

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.