Home / Hukrim / Polri Tindak Tegas Penyebar Isu SARA di Pilkada Serentak 2018

Polri Tindak Tegas Penyebar Isu SARA di Pilkada Serentak 2018

Polri Tindak Tegas Penyebar Isu SARA di Pilkada Serentak 2018
Ist
Brigjen Pol Muhammad Iqbal, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Jakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap penyebar isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) selama pelaksanaan pilkada serentak 2018.

"SARA kalau ada terbukti, kami proses hukum," kata M Iqbal pada awak media di Jakarta, seperti dikutip dari laporan cnnindonesia.com, Senin (1/1/2018).

Ia mengatakan, Polri telah mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan isu SARA dan berita bohong alias hoaks selama pilkada.

"Untuk mencegah terjadi gangguan keamanan contohnya kami imbau juga di media sosial. Selain imbau, tapi penegakan hukum juga (dilakukan)," katanya.

Mantan Kapolres Bengkalis ini juga menyebutkan bahwa Polri juga menjalin kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengamankan pilkada serentak tahun ini. Dia mengklaim telah melakukan langkah persiapan secara maksimal.

"Konsep pengamanan pilkada sudah siap. Kami sudah lakukan persiapan maksimal, kami akan melakukan upaya-upaya kongkrit di lapangan seperti dekati KPU," ujar Iqbal.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada para kontestan dan tim kampanye pilkada agar selalu siap menerima hasil kontestasi politik tersebut.

"Tim-tim kampanye masing-masing, kontestan-kontestannya intinya kami menyampaikan harus siap kalah semua, siap kalah siap menang. Jadi jangan mau menang saja," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan, isu SARA, politik uang, pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga politik identitas atau kedaerahan masih akan digunakan untuk saling menyerang lawan politik dalam pilkada serentak 2018.

Menurut Bawaslu, daerah paling rawan untuk pilkada serentak 2018 meliputi Papua, Maluku dan Kalimantan Barat. Sumatera Utara dan Jawa Timur menyusul di belakangnya.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.