Home / Features / Pdt Ricky Nelson : Yesus Lahir untuk Mencari Domba yang Hilang

Ibadah Raya Natal GBI ICC Rayon II Pekanbaru Membeludak

Pdt Ricky Nelson : Yesus Lahir untuk Mencari Domba yang Hilang

Pdt Ricky Nelson : Yesus Lahir untuk Mencari Domba yang Hilang
Disediakan oketimes.com
Pelaksanaan Ibadah Raya Natal di Gereja Bethel Indonesia Injil Cahaya Cinta (GBI-ICC) Rayon II Kota Pekanbaru pada ibadah raya dua berlangsung hikmat dan penuh suka cita damai dirasakan oleh jemaatnya yang membeludak, Minggu 25 Desember 2017 pagi.

Pekanbaru, Oketimes.com - Pelaksanaan Ibadah Raya Natal di Gereja Bethel Indonesia Injil Cahaya Cinta (GBI-ICC) Rayon II Kota Pekanbaru pada ibadah raya dua berlangsung hikmat dan penuh suka cita damai dirasakan oleh jemaatnya yang membeludak, Minggu 25 Desember 2017 pagi.

Ibadah Raya Natal 2017 dalam memperingati hari kelahiran Yesus Kristus itu, bisa dibilang cukup ramai dan membeludak. Lantaran, ribuan jemaat yang hadir pada saat ibadah kedua yang dimulai pukul 10: 00 hingga 12.00 WIB itu, tengah memadati seluruh bangku yang disediakan pengerja gereja, dan bahkan berdesakan hingga ke lantai dua.
                      
Meski begitu, para jemaat tetap semangat dan penuh suka cita saat mengikuti ibadah raya natal hingga selesai dalam keadaan penuh hikmat. Apalagi, khotbah yang dibawakan oleh Pdt Ricky Nelson Tampubolon selaku Gembala GBI ICC Rayon II Pekanbaru, cukup menyentuh hati para jemaat, guna lebih mengingatkan kembali para jemaat untuk lebih dekat bersama Yesus Kristus dalam natal 2017 ini.

Dalam khotbahnya, Pdt Ricky Nelson mengambil thema tentang makna dan tujuan atas lahirnya Yesus Kristus yang tengah turun ke bumi melalui kuasa Allah, guna menyelamatkan umat manusia dari segala perbuatan dosa, serta mengingatkan seluruh umat bangsa, agar kembali kejalan yang benar, sehingga tidak tersesat dan tidak binasa jatuh kelembah yang sama atau maut.

"Kita ini diibaratkan dengan seekor domba, jika kita jauh dari pengembalanya. Kita bisa akan terjatuh dan tidak mendapat perlindungan dari sipengembala. Sama halnya, jika kita tidak mendekatkan diri kepada tuhan yesus, sebagai juru selamat manusia, maka kita bisa akan tersesat dan jatuh kelembah dosa," ujar Pdt Ricky Nelson Tampubolon seraya mengingatka para jemaat yang hadii saat itu.

Lebih jauh Ricky menerangkan, bahwa kehadiran Yesus Kristus turun ke dunia, tidak lain untuk mencari domba yang hilang, sebab setelah ratusan juta tahun umat manusia dibiarkan begitu saja oleh Allah maha pencipta. Umat manusia banyak yang sudah jatuh ke lembah dosa dan lupa beryukur kepada maha pencipta atau Allah, atas kemunafikan umat manusia yang sudah jauh dari maha pencipta.

"Kehadirannya tidak lebih untuk menyelamatkan kita dari segala perbuatan dosa, serta menjaga dan melindungi kita dari kegelapan atau kesesatan umat manusia yang selama terjadi," pungkas Ricky Nelson.   

Guna mengantisipasi umat manusia, agar tidak terjerumus lebih jauh lagi kedalam dosa dan perbuatan yang tercela dan menyesatkan tersebut. Ia berharap kepada para jemaat yang hadir pada kesempatan itu untuk terus mendekatkan diri kepada Yesus Kristus, meski dalam keadaan apapun, atau maut sekali mengancam keselamatan para jemaat.

"Melalui ibadah natal ini, mari kita agar tetap lebih mendekatkan lagi kita kepada Yesus kristus. Meski apapun yang terjadi, kita akan tetap diselamatkanya dan dilindunginya hingga selama-lamanya dan tanpa batas," ajak Ricky dalam ibadah natal itu.

Hasil pantauan, ibadah Natal di GBI ICC Rayon II Pekanbaru yang dimulai sejak pukul 07.30 hingga ibadah kedua sekira pukul 10.00 hingga 12 WIB siang itu, berlangsung aman kondusif dan lancar. Apalagi acara ibadah natal tersebut dipantau dan dijaga ketat oleh petugas pengamanan gereja, pihak terkait seperti dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP dan organisasi pemuda lainnya. (ars)  

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.