Home / Kesehatan / Mandau Termasuk Aman dari Wabah Virus Difteri

Mandau Termasuk Aman dari Wabah Virus Difteri

Mandau Termasuk Aman dari Wabah Virus Difteri
JR
drg Ema Rayanis, Kepala UPT Kesehatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau.

Duri, Oketimes.com - Penyakit Difteri yang sangat mencemaskan warga hingga saat ini ternyata belum ditemukan di wilayah Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Hal itu dibuktikan belum ada satupun pasien yang diterima di berbagai pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas yang ada di Kecamatan  Mandau.

Bahkan pihak UPT Kesehatan Mandau pun, belum juga menerima laporan  adanya warga yang terjangkit penyakit berbahaya dan mematikan tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala UPT Kesehatan Mandau, drg Ema Rayanis pada wartawan, Selasa (19/12/17) saat di ruangannya.

Dijelaskannya bahwa difteri adalah salah satu penyakit akut yang disebabkan bakteri yaitu corynebacterium diphtheria yang lebih sering menyerang anak anak.

Difteri merupakan penyakit akut yang serius karena bakteri difteri di dalam tubuh akan membentuk racun yang menyebar ke seluruh tubuh melalui darah.

Bahkan kata drg Ema Rayanis racun difteri dapat merusak otot jantung.Dan 75 persen pasien difteri dengan infeksi berat akan mengalami kompilkasi neurologis (otak).

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa walaupun saat ini belum ada penderita difteri namun saat ini pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dilapangan melalui sosialisasi dan juga penyuluhan setiap hari melalui posyandu.

"Walaupun sampai saat ini belum ada ditemukan penyakit tersebut di lapangan. Namun kita tetap melakukan langkah berupa penyuluhan dan sosialisasi di berbagai kesempatan dan juga di posyandu.Agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit tersebut," kata drg Ema Rayanis.

Kepada masyarakat, Kepala UPT Kesehatan Mandau menyampaikan imbauan jika ada anggota keluarga yang mengeluhkan sakit menelan ditenggorokan serta ada penurunan nafsu makan yang begitu drastis untuk dapat segera periksa ke unit pelayanan kesehatan yang terdekat.

"Difteri itu adalah infeksi serius pada hidung dan tenggorokan.Karena umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Serta kadang dapat mempengaruhi kulit.Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa," jelasnya.

Namun penyakit ini  dapat dicegah dengan immunisasi dan imunisasi terhadap difteri termasuk ke dalam program immunisasi wajib pemerintah Indonesia.

Masih menurut drg Ema bahwa kepada masyarakat juga diimbau agar dapat melaksanakan pola hidup sehat serta menghindari kontak langsung dengan penderitanya.

Selain itu juga selalu cuci tangan yang benar, pakai masker kesehatan dengan benar. Serta membersihkan lingkungan rumah dan halaman. Dan juga mengkomsumsi makanan bergizi serta berlah raga dengan teratur, juga diimbau agar tidak batuk dan bersin di sembarangan tempat. (JR)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.