Home / Senibudpar / Lewat Dua Bait Pantun, Bupati Bengkalis Ajak Lestarikan Budaya Melayu di Pagelaran Seni Budaya 2017

Lewat Dua Bait Pantun, Bupati Bengkalis Ajak Lestarikan Budaya Melayu di Pagelaran Seni Budaya 2017

Lewat Dua Bait Pantun, Bupati Bengkalis Ajak Lestarikan Budaya Melayu di Pagelaran Seni Budaya 2017
Diskominforsantik Bengkalis to oketimes.com
Bupati Bengkalis Amril Mukminin bercengkrama dengan Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Kabupaten Bengkalis 2017 di Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (16/12/2017) malam.

Jakarta, Oketimes.com - Pantun mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan orang Melayu, yakni untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang sarat berisi nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma-norma sosial masyarakatnya.

Melalui pantun, nilai-nilai luhur itu disebarluaskan ke tengah-tengah masyarakat, diwariskan kepada anak cucunya.

Selain itu, pantun berperanan pula dalam mewujudkan pergaulan yang mengekalkan tali persaudaraan, hiburan serta penyampaian aspirasi masyarakat.

Untuk itu pula, sebagai anak watan Bengkalis dan tentunya budak Melayu, saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Kabupaten Bengkalis tahun 2017, Sabtu (16/12/2017) malam, Bupati Bengkalis Amril Mukminin, juga tak lupa berpantun.

Ada dua bait pantun yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Berjuluk Negeri Junjungan ini, saat memberikan sambutan pada acara pagelaran seni budaya yang di taja di Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

"Sungguh indah bunga di taman, sirami air supaya tak layu, mari bersama kita jayakan, jadikan Riau pusat peradaban melayu," ujar Bupati Amril.

Pantun pertama itu, disampaikannya guna mengajak semua undangan yang hadir, khususnya para pejabat di Provinsi Riau, agar bersama-sama menjadikan Riau sebagai pusat peradaban Melayu.

Sedangkan pantun berikutnya, yakni ajakannya kepada semua para undangan yang hadir pada acara tersebut dan terkhusus bagi penggiat seni, untuk selalu melestarikan seni budaya Melayu.

"Pergi ke laut mencari ikan, dapat sejaring si ikan bilis, budaya melayu Riau kita lestarikan, bermula dari Negeri Bengkalis," ajaknya, di akhir sambutannya.

Setiap bait pantun yang dibacakan Bupati Amril, selalu mengundang decak kagum para undangan dan hadirin, hal ini terlihat dari tepuk tangan yang meriah dari para undangan.***

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.