Home / Hukrim / Polda Riau OTT Tiga Pejabat Satpol PP Kampar

Diduga Pemotongan Honorium PAM Porprov Riau

Polda Riau OTT Tiga Pejabat Satpol PP Kampar

Rp285 Juta Diamankan

Polda Riau OTT Tiga Pejabat Satpol PP Kampar
Ist
Kasat PP Kampar bersama jajarannya saat menghadiri acara di Bangkinang, Kampar, Riau, belum lama ini.

Pekanbaru, Oketimes.com - Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga pejabat dari instansi Satpol PP Kampar, Kamis 7 Desember 2017, sekira pukul 14.00 Wib siang.      

Ketiga pejabat yang diamankan tersebut berinisial MJ alias Jamil selaku Kasatpol PP, Ar alias Nal selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), IG alias Ndra selaku Bendahara Pengeluaran Satpol PP Kampar.

Ketiganya diamankan Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau, karena diduga telah melakukan pungli atau pemotongan terhadap pembayaran atau pendistribusian uang pengamanan honor kegiataan Pengamanan (PAM) kepada personil Satpol PP dalam pelaksanaan Porprov Riau TA 2017 di Kab Kampar, Riau.      

Dari tangan ketiga para pelaku, Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang dugaan hasil pemotongan dana Pam/honor sebesar Rp285 juta.

Selain uang tunai tim Subdit III Polda Riau juga mengamankan berkas DPA SKPD Satpol PP Kab Kampar TA2017, Tanda terima atau Amprah honorarium Pam Porprov Riau TA 2017, Sprintgas Pam Porprov, Daftar kehadiran Anggota Satpol PP yang dipotong.
 
Informasi yang dirangkum dari bidang humas Polda Riau, Jumat 08 Desember 2017 siang, sebelum ketiga pejabat Satpol PP Kampar tersebut diamankan.

Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau, mendapatkan informasi yang layak dipercaya, bahwa dalam pendistribusian atau pembayaran honorium Pam Porprov Riau yang dilakukan pejabat tersebut diduga terjadi pemotongan yang tidak jelas peruntukkanya.
           
Mendapat informasi tersebut, Tim Subid III Ditreskrimsus Polda Riau, langsung membentuk tim dan turun ke lokasi yang dimaksud pada Kamis 07 Des 2017, sekira pukul 14.00 WIb siang.

Setibanya di TKP, tim sempat melakukan serangkaian penyelidikan dan menemukan salah satu anggota Satpol PP yang hanya menerima uang PAM Rp 850 ribu rupiah yang diterimanya dari yang seharusnya Rp.2,7 juta.

Selanjutnya, saksi beserta tim menuju ruangan bendahara pengeluaran, dimana ketika itu berlangsung pendistribusian uang pam/honor tersebut. Benar saja, informasi yang didapat Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau memang sedang terjadi praktek pemotangan yang sedang dilakukan ketiga oknum tersebut.    

Tim pun langsung melakukan penggeledahan dan melakukan pengamanan sejumlah barang bukti berupa uang hasil pemotongan tersebut yang di simpan dalam brangkas bendahara.

Merasa cukup bukti atas tindak pidana dugaan pugli yang dilakukan ketiga pejabat tersebut, Tim Subdit III Ditreskrimsus Polda Riau, langsung mengamankan ketiga pelaku berikut barang bukti sejumlah uang pungutan senilai Rp.285 juta untuk digelandang ke Mapolres Kampar untuk dilakukan pemeriksaan awal.   

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di Mapolres Kampar, Riau, tepat pada Jumat (08/12/2017) sekira pukul  02.15 WIB dini hari ketiga pelaku dan barang bukti dugaan pungli langsung di gelandang ke Mapolda Riau, guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.
 
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM saat dikonfirmasikan Jumat siang, membenarkan adanya penangkapan tiga pejabat dari Satpol PP Kampar yang diduga melakukan pemotongan honorium kepada para personil pengamanan pada pelaksanaan Porprov Riau 2017 di Kampar.  

"Ketiganya diduga telah melakukan pemotongan honorium kepada para anggota personil yang sudah ikut melakukan pengamanan pelaksanaan Porprov Riau yang berlansung di Kab Kampar, belum lama ini," ungkap Guntur. (ars)        

 

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.