Home / Nasional / Meski Kena Musibah, Pengungsi Gunung Agung Jadi Incaran Pencuri

Meski Kena Musibah, Pengungsi Gunung Agung Jadi Incaran Pencuri

Meski Kena Musibah, Pengungsi Gunung Agung Jadi Incaran Pencuri
int
Ilustrasi

Bali - Dua warga pengungsi Gunung Agung, di Kabupaten Badung, Bali, melaporkan kasus pencurian yang terjadi di posko pengungsian ke Kantor Kepolisian Sektor Klungkung, Minggu (3/12/2017).

"Kami melaporkan kejadian ini, karena uang yang ada di tas kami hilang Rp650 ribu di posko Pengungsian Banjar Peken, Desa Kamasan," kata Ni Komang Yudi (45), warga asal Banjar Griyana Kangin, Desa Selat Duda, Selat, Karangasem.

Cahaya magma Gunung Agung di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/17).Seperti dilansir dari Antara, pencurian itu terjadi, ketika situasi pengungsian gelap lalu korban terbangun dari tidur pada Minggu (3/12/2017) sekira pukul 03.30 WITA dan melihat ada seorang pria yang masuk ke posko dini hari.

Namun, pada pagi harinya Komang Yudi tersadar bahwa tas yang biasanya ada disamping bantal tempat dirinya tertidur hilang dan kemudian ditemukan di dekat tempat ibadah umat Hindu (padma) yang ada di psoko setempat.

"Setelah saya ambil, isi tas saya telah berserakan di tanah dan uang yang ada di dalam tas sudah ludes tidak ditemukan," ujarnya.

Selain Yudi, pengungsi bernama Kadek Wawan Sucitayasa Putra asal Banjar Griyana Kangin, Desa Selat Duda, Selat, Karangasem mengaku kegilangan telepon genggamnya yang sedang dilakukan pengisian daya atau "charge" di dekat pengungsian.

Dengan adanya kejadian itu, Paur Humas Polres Klungkung IPTU I Nyoman Sarjana menjelaskan, kasus pencurian di lokasi pengungsian tersebut sudah dilaporkan ke Kepolisian.

Jajaran Polsek Klungkung pun sudah melakukan olah TKP "Kasus tersebut masih dilidik oleh petugas kepolisian," ujar Nyoman Sarjana.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.