Home / Sosial / Gaji Dibawah UMK, SBRM Soroti Kinerja Disnakertrans Riau

Gaji Dibawah UMK, SBRM Soroti Kinerja Disnakertrans Riau

Gaji Dibawah UMK, SBRM Soroti Kinerja Disnakertrans Riau
Ist
Herman Zai, Ketua Serikat Buruh Riau Mandiri (SBRM) Riau.

Pekanbaru, Oketimes.com - Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman telah meneken ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Riau 2018. Khusus di Kàbupàten Inhil, UMK tahun 2018 sebesar Rp2.546.16,62.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: Kpts. 880/XI/2017 tentang UMK 2018, tanggal 20 November 2017. Namun pada prakteknya, besaran UMK tersebut hanya sebatas teori. Buktinya upah yang berlaku di PT PT. Tabung Haji Indo Plantation (THIP).

Ketua Serikat Buruh Riau Mandiri (SBRM) Herman Zai mengungkapkan, berdasarkan investigasi yang ia lakukan di PT THIP beberapa hari lalu, upah pekerja di perusahaan kebun kelapa sawit itu jauh dibawah UMK.

"Di PT. THIP gaji pekerja berkisar Rp1,5 juta hingga Rp 2,1 juta. Artinya gaji pekerja yang berlaku disana jauh dibawah ketentuan yang berlaku", ujarnya.

Ironisnya lagi kata Herman, gaji sebanyak itu masih dipotong. Seperti, Jamsostek, BPJS, MK/P1 dan Koperasi. Praktis pekerja yang bergaji Rp 2,1 juta hanya menerima Rp 1,7 juta perbulan. Sedangkan pekerja yang bergaji Rp 1,5 juta hanya bisa menerima Rp 1,3 juta perbulan.

Herman mengatakan, ketidakpatuhan perusahaan dalam memberikan upah kepada pekerja, tidak terlepas dari peran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau selaku instansi pemerintah yang membidangi masalah ini.

"Sàya kira jika Disnakertrans mengawasi dan menegakkan ketentuan UMK sebagaimana yang sudah diatur pemerintah, perusahaan pasti patuh. Jadi menurut saya kinerja Disnakertrans ini patut kita pertanyakan", ujar Herman menyoroti Disnakertrans Riau.

Terungkapnya gaji dibawah standar UMK itu, berawal dari tindakan anarkis yang dilakukan salah seorang karyawan PT. Tabung Haji Indo Plantation (THIP), Dusun Simpang Kiri, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelanggiran, Kabupaten Indragiri Hilir.

Alhasil, kantor PT. THIP di Perumahan Estate Belian Wilayah lll Dusun Simpang Kiri, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelanggiran, Kabupaten Indragiri Hilir itu mengalami kerusakan kecil. Sementara karyawan pelaku anarkis, diamankan oleh Polsek Pelanggiran dan kini ditahan di Mapolres Inhi

Tindakan ànarkis yang dilakukan pekerja Budi Fau Gea itu dipicu oleh kebijakan PT. THIP yang terus memotong gaji mereka tanpa alasan yang jelas sejak 2017 silam.

Sementara itu, Humas & HRD PT. THIP Eko Deswanto S.Sos saat dikonfirmasi via selularnya, baik via pesan singkat maupun ketika dihubungi, belum memberi konfirmasi.

"Telepon yang anda tuju sedang dialihkan", jawab selular Eko Deswanto saat dihubungi, Jumat (13/04/18). (fin).

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.