Home / Nasional / Terima Suap Kampanye Istri, KPK Tahan Bupati Bandung Barat

Terima Suap Kampanye Istri, KPK Tahan Bupati Bandung Barat

Terima Suap Kampanye Istri, KPK Tahan Bupati Bandung Barat
(Jurnalpatrolinews)
Usai ditetapkan sebagai tersangka, Bupati Bandung Barat Abu Bakar, digiring penyidik KPK dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menuju mobil tahanan untuk dibawa ke rutan Guntur, Kamis (12/4/2018) siang

Jakarta, Oketimes.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), resmi menahan Bupati Bandung Barat Abu Bakar. Hal itu dilakukann setelah ia menjalani pemeriksaan dari malam hingga Kamis (12/4/2018) siang dan penahanan akan dilakukan 20 hari ke depan.

"Ditahan 20 hari kedepan di Rutan Guntur," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Kamis siang.

Sebelumnya, Abu Bakar tiba di KPK pada Rabu (11/4/2018) malam. Dia dibawa tim KPK, setelah menjalani pemeriksaan kemoterapi di Rumah Sakit Boromeus Bandung, Jawa Barat.

Saat keluar dari Gedung KPK, Abu bakar tampak mengenakan rompi tahanan berwarna orange. Dia mengaku sehat dan siap menjalani proses hukum yang menjeratnya.

"Alhamdulillah sehat, sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum," kata Abu Bakar pada awak media malam itu.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Abu Bakar sebagai tersangka kasus dugaan suap. Dia diduga menerima uang Rp435 juta untuk keperluan kampanye istrinya, Elin Suharliah, yang mengikuti pilkada Bandung Barat.

Selain itu, KPK juga menetapkan tersangka Weti Lembanawati selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat dan Adityo selaku Kepala Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat sebagai tersangka.

Lalu Asep Hikayat yang merupakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat. Abu Bakar, Weti, dan Adityo diduga sebagai penerima dalam kasus ini. Sementara Asep adalah pemberinya.

Sebagai penerima, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Sementara untuk pemberi suap yaitu Asep disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.***

 

Sumber: suara.com

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.