Home / Hukrim / Rawan Konflik, Polisi Sikapi Rencana Aksi Tutup Jalan Kebun PT Inecda

Rawan Konflik, Polisi Sikapi Rencana Aksi Tutup Jalan Kebun PT Inecda

Rawan Konflik, Polisi Sikapi Rencana Aksi Tutup Jalan Kebun PT Inecda
Ist
Kompol B Suryadi, Kapolsek Rengat Barat, Kab Indragiri Hulu, Riau.

Rengat, Oketimes.com - Rencana aksi menutup jalan operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Inecda Plantations oleh sekelompok warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, mendapat respon dari aparat Kepolisian. Jajaran kepolisian mengupayakan melakukan mediasi guna menghindari terjadinya konflik antara warga dengan pihak PT Inecda.

"Hingga malam ini kami masih melakukan upaya mediasi supaya tidak terjadi konflik," sebut Kapolsek Rengat Barat, Kompol B Suryadi, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, upaya mediasi ini perlu dilakukan mengingat para pekerja di PT Inecda juga merupakan warga Desa Tani Makmur, sementara sebagian warga lainnya merasa dirugikan oleh pihak perusahaan.

"Rencana aksi menutup jalan ini sesuai laporan yang kami terima berkaitan dengan tuntutan warga kepada pihak PT Inecda," terangnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Tani Makmur, Boimin menyebutkan, warga akan melakukan penutupan jalan di Desa Tani Makmur lantaran pihak PT Inecda dinilai tidak bertanggungjawab atas kerusakan kebun warga akibat hama Kumbang Tanduk yang diduga dari dampak kegiatan replanting kebun PT Inecda.

Sementara itu, Humas PT Inecda Plantations, Joko Dwiono menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi terkait tuntutan warga tersebut.

"Kalau jalan di tutup tentunya operasional perusahaan akan terhenti. Bagaimana nasib karyawan lainnya yang juga kebanyakan warga desa Tani Makmur, juga. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi ke sejumlah pihak termasuk pihak keamanan terkait rencana aksi menutup jalan, ini," ujarnya. (yud)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.