Home / Ekbis / Kementerian Koperasi dan UKM Dukung Asian Agri Dampingi Lebih Banyak Koperasi Petani Kelapa Sawit

Kementerian Koperasi dan UKM Dukung Asian Agri Dampingi Lebih Banyak Koperasi Petani Kelapa Sawit

Kementerian Koperasi dan UKM Dukung Asian Agri Dampingi Lebih Banyak Koperasi Petani Kelapa Sawit
Istimewah
Direktur Corporate Affairs Asian Agri Dr. M. Fadhil Hasan menyerahkan premi secara simbolis kepada perwakilan petani plasma dari Riau, Parwito Saring (kanan) dan Trianto (kiri) disaksikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Ir. Agus Muharam, M.SP dan Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI Ir. Bambang, MM pada Selasa 10 April 2018.

Jakarta, Oketimes.com - Kelapa sawit sebagai salah satu komoditas penyumbang devisa negara terbesar, juga menjadi solusi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Dukungan Asian Agri untuk kesejahteraan petani, dilakukan dengan menyerahkan premi hasil penjualan minyak sawit berkelanjutan kepada para petani plasma yang tergabung dalam wadah koperasi pada Selasa 10 April 2018.

Asian Agri menyerahkan secara simbolis premi minyak sawit berkelanjutan kepada 12 Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) yang menaungi para petani plasma binaan Asian Agri.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Ir. Agus Muharam, M.SP hadir menyaksikan penyerahan premi secara simbolis kepada petani.

Keberadaan kelapa sawit di Indonesia mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit. Industri kelapa sawit mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pedesaan dan di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Hal ini juga turut mendukung poin ke-3 dari Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo perihal membangun Indonesia dari desa, yang juga menjadi fokus pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Penyerahan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan Dana yang merupakan premi selama tahun penjualan 2016 sebesar Rp. 3.690.062.357, dibagikan kepada 72 KUD mitra Asian Agri yang menaungi 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi.

"Pembagian hasil penjualan minyak sawit ini merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan," ujar Agus.

Senada dengan Kementerian Koperasi & UKM, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ir. Bambang, MM turut menegaskan dukungan pemerintah dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan melalui kemitraan petani dan perusahaan sebagai pendamping.

"Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan," tegas Bambang saat menyampaikan arahan di hadapan para petani hari ini.

Kementerian Pertanian mendorong semua petani kelapa sawit untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan termasuk ISPO dan RSPO sehingga produk sawit Indonesia diterima oleh pasar internasional dan petani berkesempatan mendapat insentif atas penjualan minyak sawit berkelanjutan.

Penyerahan premi kepada petani merupakan bentuk apresiasi dari hubungan kemitraan Asian Agri dan para petani, atas usaha petani yang konsisten menerapkan praktik-praktik berkelanjutan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

Penerapan praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh para petani menjamin kualitas buah dan minyak kelapa sawit yang dihasilkan, yang lebih diminati oleh pasar domestik maupun internasional.

Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Dr. M. Fadhil Hasan mengungkapkan, hubungan kemitraan Asian Agri dengan petani melalui koperasi berfokus pada intensifikasi dan transfer pengetahuan akan praktikpraktik terbaik pengelolaan kelapa sawit untuk dapat turut diterapkan oleh para petani.

"Kami menempatkan kemitraan dengan petani sebagai model bisnis utama perusahaan, dimana peran petani tidak dapat terpisahkan dari Asian Agri dan kesejahteraan petani merupakan bagian dari tanggung jawab kami," ujar Fadhil.

Selain telah mencapai usia 30 tahun kemitraan, di tahun 2018 ini hubungan kemitraan Asian Agri dengan para petani plasma juga menorehkan prestasi positif, dimana seluruh petani plasma binaan Asian Agri telah tersertifikasi oleh RSPO, setelah sebelumnya tersertifikasi oleh ISCC.

"Tahun ini merupakan penanda pencapaian positif bagi kemitraan Asian Agri dengan petani plasma, dimana seluruh petani mitra Asian Agri telah berhasil memperoleh sertifikasi, dan hal ini memungkinkan para petani untuk mendapatkan nilai lebih dari buah yang dihasilkannya," lanjutnya.

"Kami berharap premi ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan petani secara kolektif melalui koperasi, untuk pengelolaan kebun sawit, maupun hal lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup petani dan desa," tambah Fadhil.

Pawito Saring, petani plasma binaan Asian Agri yang turut hadir pada acara tersebut. Dia mengatakan kemitraan bersama Asian Agri, menjadi jawaban atas permasalahannya pada awal menjadi petani.

"Kemitraan kami dengan Asian Agri dari awal tidak hanya sebatas pada mengarahkan, namun juga memberikan pendampingan dan pembinaan untuk mempraktikan pengelolaan sawit yang baik dan benar," terang Saring.

Selain itu lanjutnya, mereka juga selalu difasilitasi dan dipacu untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan mengenai praktik-praktik pengelolaan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan melalui berbagai pelatihan dan fasilitas yang diberikan.

"Hasilnya, kini kami berhasil mendapatkan sertifikasi dan premi ini adalah salah satu manfaat yang kami rasakan sangat menguntungkan bagi kami dan koperasi dimana kami bernaung," ungkap Saring.

Sekilas mengenai Asian Agri

Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979 dan mempekerjakan sekitar 25.000 orang.

Sejak tahun 1987, Asian Agri telah menjadi perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR - Trans). Saat ini, perusahaan mengelola 100.000 hektar lahan inti dan bermitra dengan 30.000 keluarga petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan terkemuka CPO, telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. Learning Institute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001.

Selain itu, pusat penelitian dan pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Lebih dari 86% dari perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatra Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Lebih dari 91% perkebunan dan pabrik kelapa sawit Asian Agri telah mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).***

Ket foto 2 : Perwakilan petani plasma binaan Asian Agri dari Riau dan Jambi menerima premi minyak sawit berkelanjutan yang diserahkan oleh perusahaan pada hari ini (Selasa, 10/4) di Ruang Auditorium Kementerian Koperasi & UKM.

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.