Home / Lingkungan / Kuasai Kawasan Hutan Lindung, Mantan Kades Pesajian Merasa Tertipu PT Runggu Prima Jaya

Kuasai Kawasan Hutan Lindung, Mantan Kades Pesajian Merasa Tertipu PT Runggu Prima Jaya

Kuasai Kawasan Hutan Lindung, Mantan Kades Pesajian Merasa Tertipu PT Runggu Prima Jaya
Zul.A.P
Kantor PT Runggu Prima Jaya yang sekaligus menjadi kantor Koperasi APKASINDO Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau.

Rengat, Oketimes.com - Mantan Kepala Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap, Inhu, Riau, membantah ada menerbitkan ribuan set surat keterangan tanah (SKT) kepada PT Runggu Prima Jaya (PT RPJ) Batang Peranap.

Namun, mantan Kades Pesajian, Mulyadi mengakui ada menerbitkan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) kepada yang mengaku staf PT Runggu bernama Nanang sebanyak 30 surat atau untuk 60 hektar lahan, isi surat SKGR itu Nanang sebagai pembeli dan sejumlah warga sebagai penjual lahan.

Herannya kata Mulyadi, lahan yang diperjual belikan kepada Nanang itu hanya 30 surat atau 60 Ha lahan, kenyataannya lahan yang digarap dan ditanami kelapa sawit bisa mencapai ribuan hektar, artinya lahan kawasan hutan lindung bukit batabuh hancur diluluh lantakkan oleh PT Runggu Prima Jaya. "Ini memang diluar tanggung jawab saya ketika menjabat sebagai Kades Pesajian kala itu," ujar Mulyadi.

Bahkan Mulyadi merasa ditipu, karena lahan kog bisa selebar dan sebanyak itu, yang menjadi kekhawatiran adanya pemalsuan tanda tangan Kades Pesajian kala itu, dengan membuat SKT dan atau SKGR secara fiftif, ini memang perlu diselidiki keabsahannya.

Mulyadi juga merasa kesulitan ketika akan menemui Menejer PT Runggu Prima Jaya kala itu masih dijabat oleh A Sihaloho, hingga kini dijabat oleh TJ Purba, mereka ini kerap bersembunyi ketika diajak untuk memusyawarahkan hingga mempertanyakan keberadaan lahan yang sudah ditanaminya dengan kelapa sawit itu.

Anehnya lagi, sekarang pihak PT Runggu Prima Jaya yang dipimpin TJ Purba ini, sering menyebut nyebut bahwa lahan yang dikuasainya sekitar seluas 3.247 Ha itu merupakan lahan masyarakat dengan pola KKPA (Plasma). Hal inilah pemicu PT Runggu bermitra dengan Koperasi Apkasindo Kab Inhu, bahkan Apkasindo itu sendiri berkantor di kantornya PT Runggu Prima Jaya di Peranap.

Artinya, seakan akan Apkasindo Kab Inhu ini yang menguasai lahan kebun kelapa sawit yang sudah berproduksi dan ditanam sejak tahun 2011 itu, untuk mengelabui pemerintah bahwa lahan itu bermitra dengan Apkasindo Inhu yang menaungi ribuan masyarakat, selayaknya perusahaan ini bertindak sebagai Bapak Angkat dengan pola plasma, padahal itu semua pembohongan, Kata Mulyadi.

Secara rinci mantan Kades Pesajian ini menerangkan bahwa, lokasi lahan kebun sawit PT Runggu Prima Jaya di kawasan ini ada di lima titik, tiga titik ada di Desa Pesajian, Batang Peranap, Inhu dan dua titik ada di Desa Anak Talang, Batangcenaku, Inhu hanya sekitar 500 hektar saja dan selebihnya ada di Batang Peranap.

Mulyadi juga mengaku tidak pernah menerbitkan semacam rekomendasi dalam hal perijinan pembangunan kebun kelapa sawit yang dikuasai PT Runggu Prima Jaya, sehingga tidak mengetahui apakah perusahaan itu sudah memiliki izin apa belum.

Surat laporan YLBHI-LBH Pekanbaru ke Polda Riau Nomor. 117/SK/LBH-PBR/XI/2017 tanggal 29 September 2017, baru dipanggil penyidik Polda Riau Rabu 22 Nopember 2017 dalam hal ini Dirkrimsus Polda Riau dengan surat panggilan untuk dimintai keterangan laporan No.B.1084/XI/2017/Reskrimsus yang ditanda tangani oleh Kasubdit IV Dirkrimsus Polda Riau, AKBP Defrianto, SH,MH,  oleh karena sesuatu hal maka LBH Pekanbaru baru dapat menghadirinya Senin 27 Nopember 2017 kemarin.

Menurut Aditia Bagus Santoso selaku Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru melalui anggotanya Rian Sibarani, dia mendampingi Aditia yang dimintai keterangan oleh penyidik Polda Riau terkait laporan yang dilaporkan ke Polda Riau tentang keberadaan PT Runggu Prima Jaya, yang patut diduga tidak memiliki izin berupa apapun juga.

Aditia dimintai keterangan oleh penyidik Polda Riau Senin (27/11/2017) dari Pukul 10.00 Wib hingga sekitar pukul 13.00 Wib, ada sekitar 3 jam dalam mempertanyakan tentang keberadaan PT Runggu Prima Jaya.

Termasuk ditanyai soal  dari mana bisa mengetahui bahwa perusahaan itu tidak memiliki izin, sejak kapan perusahaan itu beroperasi, lokasinya dimana saja, dan seberapa jauh jarak tempuhnya dari Peranap hingga ke lokasi kebun PT RPJ tersebut.

Detail Data Badan Usaha PT Runggu Prima Jaya, pengurus Badan Usaha itu adalah Jenifer Chetsy, Marlon Pakpahan dan Davit Pakpahan dengan alamat Jln, SMA XIV No.9 RT 009/009 Cawang-Kramat Jati Kota, Jakarta Timur. (zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.