Home / Nasional / Hari Guru 2017, Mendikbud: Keteladan Guru dibutuhkan Didik Karakter Anak

Hari Guru 2017, Mendikbud: Keteladan Guru dibutuhkan Didik Karakter Anak

Hari Guru 2017, Mendikbud: Keteladan Guru dibutuhkan Didik Karakter Anak
[Kemendikbud]
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat upacara Hari Guru Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Jakarta - Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengatakan, guru harus menjadi teladan bagi para peserta didik.

"Mari bersama bekerja keras mewujudkan dunia pendidikan yang berkemajuan melalui keteladanan guru," kata Muhadjir saat upacara Hari Guru Nasional di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Tema besar Hari Guru Nasional 2017 ini adalah "Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru". Menurut Muhadjir, tema tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Dalam Pepres tersebut, Presiden mengamanatkan para guru sebagai sosok yang utama dalam satuan pendidikan, guru harus berperan sebagai tokoh penting atau panutan bagi peserta didiknya dan guru harus menjadi sumber keteladanan.

Muhadjir mengajak para guru untuk berpikir apakah mereka sudah menjadi teladan bagi peserta didik, dan apakah masyarakat sudah cukup memuliakan para guru yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter para pesertanya.

Upacara tersebut diikuti oleh 775 peserta, terdiri atas peserta simposium, seminar finalis lomba kreativitas dan inovasi, para guru dan tenaga kependidikan serta 34 organisasi profesi guru.

Rangkaian Hari Guru Nasional tahun dilaksanakan sejak 23 sampai dengan 26 November 2017 dengan diisi berbagai kegiatan seperti Lomba Karya Inovasi Pembelajaran atau Pengelolaan Satuan PAUD dan DIKMAS.

Selain itu juga dilakukan Simposium Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, Lomba Naskah Guru, Lomba Karya Inovasi Karakter Bangsa dan Seminar Guru Pendidikan Dasar.***


Sumber : Antara

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.