Home / Kesehatan / Zaman Now, Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Meningkat

Zaman Now, Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Meningkat

Zaman Now, Penderita Gizi Buruk di Pekanbaru Meningkat
int
Ilustrasi, Gizi Buruk.

Pekanbaru, Oketimes.com - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi menyebutkan penderita gizi buruk di Pekanbaru terus meningkat. Alasanya, keberadaan Posyandu kian menurun lantaran makanan tambahan saat ini bukan lagi dari Pemerintah tapi dari swadaya masyarakat setempat.

Keberadaan Posyandu di Pekanbaru sempat aktif, karena dibantu oleh Pemerintah, zaman now Pemerintah minta swadaya memberikan makanan tambahan, sehingga makanan tambahan tidak terkontrol lagi dan kurang gizinya hingga kepedulian warga mengecek kesehatan anaknya tidak menjadi perhatian penting.

"Harusnya Pemerintah lewat Dinas Kesehatan (Diskes) memberikan perhatian terhadap keberadaan Posyandu di Pekanbaru, hal ini guna menekan angka penderita gizi buruk di Pekanbaru. Karena tidak semua daerah ekonominya sama dan bisa membantu memberikan makanan tambahan ke Posyandu," kata Roem ketika di konfirmasi di kantornya, Senin (13/11/2017).

Menurut Roem salah satu contoh persoalan Ekonomi yang tidak sama disorot seperti di Rumbai, ditemukan banyak sekali masyarakat tidak mampu sehingga tidak bisa memberi gizi tambahan kepada anak dan balita.

"Harusnya hal ini menjadi perhatian bagi Pemerintah bidang kesehatan yakni Diskes dan bagian pembinaan anak untuk dapat melihat febomena ini dan dapat memberikan solusinya," jelasnya.

Roem juga mengakui saat ini ekonomi semakin sulit, pendapatan semakin turun jelas masyarakat akan semakin sulit pula mencukupi gizi anaknya karena bisa makan saja sudah syukur apalagi mencukupi gizi untuk anaknya ditengah kemelut ekonomi sulit saat ini.

"Kita harap dalam mengatasi persoalan ini, Pemerintah bisa lebih berperan terhadap gizi anak dan balita di Pekanbaru terutama untuk masa depan anak bangsa," ungkapnya. (eza)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.