Home / Hukrim / Laporan Korban Curas ke Mabes Polri, Akhirnya Ditangani Polres Pelalawan

Laporan Korban Curas ke Mabes Polri, Akhirnya Ditangani Polres Pelalawan

Laporan Korban Curas ke Mabes Polri, Akhirnya Ditangani Polres Pelalawan
Ist
Korban Iwan Sarjono Siahaan bersama kakak kandungnya Diana Siahaan saat berada di Mapolres Pelalawan, Riau, guna memenuhi panggilan penyidik Polres, pasca adanya delik aduan yang dilaporkan dirinya Ke Mabes Polri belum lama ini, Senin (06/11/2017) kemarin.

Pangkalan Kerinci, Oketimes, com - Merasa laporan kasusnya tidak kunjung diselesaikan dan berlarut-larut di Polres Pelalawan, korban pencurian dengan kekerasan (curas), Iwan Sarjono Siahaan, SH bersama tim kuasa hukumnya mendatangi Mabes Polri Senin 30 Oktober 2017 lalu.

Melalui Surat Nomor : 27/RN/X/2017 tentang Permohonan Perlindungan Hukum dan Tindakan Hukum, kuasa hukum korban menjelaskan kronologis peristiwa dan permohonan, agar Mabes Polri turut memperhatikan lambatnya kinerja aparat Polres Pelalawan dalam menangani kasus hukumnya.

Surat tersebut ditembuskan juga kepada Ketua Komisi III DPR RI, Menteri Hukum dan HAM RI, Drs. Wenny Warouw (anggota DPR RI Komisi III BKSAP), Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban, Kepala Kompolnas RI, Kepala Ombudsman Republik Indonesia, Kepala Kepolisian RI, dan Presiden Republik Indonesia.

Namun, kemarin Senin (6/11/2017), Iwan Sarjono telah diperiksa penyidik Propam Polres Pelalawan. Hal ini dilakukan menindaklanjuti laporan Iwan ke Propam terkait profesionalitas penyidik Polres Pelalawan atas dirinya saat melaporkan kasus curas yang dia alami.

"Iya benar bang, hari ini (kemarin, red) saya diperiksa aparat Propam Polres Pelalawan. Saya ditanyai seputar laporan kami yang tidak mendapat perlakuan profesional dari aparat penyidik Polres tentang kasus curas yang menimpa saya, termasuk pemberian dana 14 juta dari saya yang diminta aparat," kata Iwan kepada wartawan di Mapolres Pelalawan, Senin (6/11/2017) seperti dilansir dari riauin.com.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irawan saat dihubungi via telepon mengatakan kalau pemeriksaan Iwan di Propam Polres Pelalawan atas perintah dirinya. Pasalnya, Kapolres ingin pembuktian tuduhan adanya anggota Polres Pelalawan yang meminta uang Rp.14 juta pada Iwan untuk biaya operasional.

"Saya yang perintahkan pemeriksaaan di Propam itu. Karena dengan ada tuduhan anggota meminta uang. Nanti tentu ada pembuktiannya benar atau tidak," ungkap Kapolres.

Pada prinsipnya menurut Kapolres, pihaknya akan memproses kasus itu sesuai SOP yang berlaku di Kepolisian RI. Sampai saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan pada 18 orang saksi.

Kasus Curas yang dialami Iwan ini, bermula kepada perampasan mobil Pajero miliknya oleh ayah kandungnya Manaek Siahaan dan Abang kandungnya John Piter Siahaan terlibat permasalahan keluarga serius.

Puncaknya adalah ketika mobil Mitsubishi Pajero milik Iwan dirampas pada 20 September 2017 lalu dengan ancaman senjata airsoftgun oleh Manaek Siahaan kepada Iwan. Mobil pun dibawa kabur.

Atas kejadian tersebut Iwan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pelalawan beberapa hari kemudian. Namun sayangnya Iwan merasa pengaduan tersebut tidak ditanggapi secara profesional. Kasus Iwan tidak ditangani secara serius bahkan terkesan diulur-ulur tanpa kejelasan.

"Semua bukti-bukti kepemilikan mobil sudah kami serahkan kepada penyidik, namun ketika mobil saya sudah di depan mata, malah dibiarkan begitu saja, dengan alasan nanti mobilnya akan diserahkan langsung oleh bapak saya kepada saya," ulasnya.

Akan tetapi sambung Iwan, mobil yang dirampas hingga sekarang masih dikuasai oleh orantua laki-lakinya itu. Ternyata ucapan janji yang disampaikan kepadaya hanyalah akal-akalan mereka (oknum aparat dan orang tua Iwan, red).

"Padahal saya sudah memberi dana 14 juta rupiah yg diminta oknum penyidik sebagai bantuan operasionalnya. Ini yang saya laporkan kepada Propam Polres Pelalawan beberapa waktu lalu," kata Iwan.

Terkait hal itu, guna menguatkan laporan curas ini, pihak Polres Pelalawan memanggil sejumlah saksi lainnya agar dimintai keterangan, Senin (6/11/2017) di Mapolres Pelalawan Riau.

Mereka yang dimintai keterangan adalah Diana Siahaan (kakak Iwan), Daniel Siahaan (adik Iwan), Marintan Pardosi (istri Iwan) dan Rudianto Silaban (abang ipar Iwan, suami Diana).

Kepada wartawan, salah seorang saksi yang ikut diperiksa mengatakan bahwa mobil Pajero yang dimaksud dalam perkara tersebut memang milik abangnya Iwan.

"Saya tidak pro ke siapa pun, baik abang saya maupun bapak saya. Saya hanya menyampaikan fakta-fakta saja kepada polisi, dan berharap agar perkara ini cepat ditangani dan keadilan bisa ditegakkan," kata Daniel. (len)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.