Home / Pendidikan / Kapolres Inhu Ajak Siswa Tidak Konsumsi Narkoba

Kapolres Inhu Ajak Siswa Tidak Konsumsi Narkoba

Dr Sobri : Say No to Drugs

Kapolres Inhu Ajak Siswa Tidak Konsumsi Narkoba
Zul.A.P
Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SiK, MH berfoto bersama dengan anak didik SMAN 1 Rengat, Inhu, Riau, usai melaksanakan penyuluhan akan bahaya narkoba, Selasa (07/11/2017) pagi.

Rengat, Oketimes.com - Guna melanjutkan masa depan bangsa dan Negara ini, diharapkan kepada para generasi muda khususnya para anak didik yang masih sedang menimba ilmu di bangku pendidikan untuk semua tingkatan, dengan demikian perlu dipelihara dengan baik terutama pada kesehatannya, agar jangan sampai terinpirasi apalagi sampai membaur atau terkontaminasi dengan narkoba.

Jika para anak didik sampai mengkonsumsi narkoba, erat kaitannya terhadap masa depan bangsa dan Negara ini, artinya masa depan bangsa ini akan rapuh, sementara untuk memperebutkan Negara ini menjadi Negara yang merdeka sudah sangat bersusah payah yang dilakukan para pahlawan pendahulu.

"Jangan sekali kali para siswa siswi khususnya di SMAN 1 Rengat ini yang mengkonsumsi narkoba apapun itu jenisnya, seperti shabu shabu yang bisa merusak mental jiwa dan raga kita sendiri," ajak Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SIk MH dalam pelaksanaan penyuluhannya di SMAN 1 Rengat Selasa (7/11/2017).

Penyuluhan akan bahaya narkoba (shabu shabu) di SMAN 1 Rengat Selasa (7/11) pagi ini, Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari, SIk,MH didampingi Kasat Narkoba, AKP Harut Kemri, KBO Narkoba, Iptu Syamsiar, dan sejumlah personil Sat Narkoba Polres Inhu, yang diikuti Kasek SMAN 1 Rengat, Dasril,MPd, 78 tenaga pengajar dan sekitar 866 siswa siswi SMAN 1 Rengat.

Dihadapan para siswa/i, Kasek dan tenaga pengajar itu, Kapolres Arif Bastari menjelaskan, apa itu narkoba ? narkoba adalah zat yang berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan dapat mengakibatkan efek kecanduan terhadap penggunanya.

Narkoba bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi masyarakat dan telah sering mendengar dan membaca berita tentang narkoba di media elektronik maupun media cetak. Di Indonesia, peredaran obat terlarang ini sudah menjadi salah satu permasalahan utama yang harus segera diatasi.

Kapolres juga menyampaikan kalau menuntaskan perkara narkoba tidak hanya di lakukan tentang penegakan hukumnya saja, tetapi cenderung seluruh instansi yang ada untuk membuat tindakan prefentif, untuk itu Polres Inhu sedang membuat program Just Five minutes untuk di pertontonkan setiap hari kepada para pelajar di inhu ini nantinya.

Kenapa narkoba itu sangat membahayakan kesehatan dan juga nyawa karena 2 kilo saja narkoba itu bisa membahayakan 18.000 jiwa, bisa di bayangkan betapa berbahayanya narkoba itu.

Kapolres Inhu juga mengingatkan bahwa narkoba itu awalnya hanya coba coba, setelah itu akan ketagihan atau kecanduan.

Terpisah, Kepala Puskesmas Rengat, dr M Sobri dimintai keterangannya terkait bahaya narkoba menjelaskan, akibat mengkonsumsi narkoba bisa merusak sistim dan tata cara kerja pada syaraf dan otak menusia, bukan hanya itu, namun menjalar terhadap kerusakan pada ginjal manusia, sehingga mampu merobah prilaku dengan gangguan kejiwaan.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa akibat mengkonsumsi narkoba dapat dipastikan penggunanya mengalami gangguan fisik, kejiwaan, syaraf pusat dan jaringannya, otak dan ginjal hingga gangguan jiwa serta mengalami ilusi yang mampu mengganggu kehidupan sehari hari.

Memang tata cara pencegahannya dilakukan penyuluhan hukum secara prefentif dan sedini mungkin, bukan hanya dilakukan oleh para pejabat hukum, namun hendaknya para orang tua saat siswa/I itu berada di rumahnya, para orang tua harus berperan aktif dalam pencegahan narkoba ini, hingga memperhatikan betul anak anaknya hingga terjadinya perobahan terhadap diri si anak tersebut.

"Say No to Drag, Katakan Tidak Pada Narkoba, artinya kita harus benar benar memusuhi yang namanya narkoba apapun itu jenisnya, baik itu shabu shabu, pil exstasi, ganja dan lain sejenisnya itu," tambah dokter senior ini. (Zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.