Home / Hukrim / Gembong Narkoba Airmolek, Terancam Hukuman Mati

Gembong Narkoba Airmolek, Terancam Hukuman Mati

Gembong Narkoba Airmolek, Terancam Hukuman Mati
Zul.A.P
Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SIK, MH dan sejumlah petinggi Polres Inhu mempertunjukkan BB diantaranya sabu 1,8 Kg dan Senpi dalam jumpa Persnya, Senin 6 November 2017 di Mapolres Indragiri Hulu, Riau.

Rengat, Oketimes.com - Luar biasa, selama kurun waktu 3 tahun beroperasi menjalankan peredaran Narkoba jenis Sabu dan Pil ekstasi di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu, akhirnya tersangka Alexander (33), KT (39) warga Airmolek, Inhu dan DI (39) warga Tampan, Pekanbaru, Riau, tak berkutik dihadapan Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari, SIk, MH.

Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari, SIk, MH dalam jumpa Persnya Senin 6 November 2017 tadi, menyebutkan untuk menangkap gembong kelas kakap pengedar shabu pimpinan Alexander yang juga mantan anggota Polisi ini, memerlukan waktu 2 bulan lamanya.

Sebab Alexander, selain licik juga menggunakan pengamanan yang cukup berupa CCTV terpasanga di empat arah yang bisa memantau sejauh 200 meter lebih untuk memantau langsung siapa saja yang mendekati markasnya.
          
Disebutkanya, Brang bukti secara keseluruhan dari tiga lokasi berhasil di grebek Polisi itu diamankan sebanyak 1.796,69 gram atau mencapai 1,8 Kg yang jika diuangkan mencapai Rp.2,5 milar. Hal ini bisa merusak sekitar 18 ribu orang, peredaran shabu oleh gembong Alexander ini sudah mencapai 3 tahun lamanya.

"Sebagaimana pengakuan Alexander, bahwa dia bisa mengedarkan (menjual) sabu sebanyak 1 Kg per bulan untuk 3 tahun sudah seberapa banyak masyarakat Inhu yang dirusaknya," sebut AKBP Arif Bastari SIK yang juga ikut memimpin penangkapan tersangka Alex kala itu.

Arif Bastari didampingi Wakapolres Inhu, Kabag Ops, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, dan para petinggi Polres Inhu hingga semua Kapolsek se Polres Inhu, bersama tersangka Alexander, KT dan DI terancam dikenai Pasal 114 (2) yo Pasal 112 (2) yo Pasal 132 (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkoba yang ancaman hukumannya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Selain itu, para pelaku bakal dikenakan juga aturan kepemilikan senjata api (Kriminal Umum) dan aturan pencucian uang, sehingga Alexander bisa dikenakan hukuman mati.

Diterangkan Arif Bastari, penangkapan pada Kamis (2/11/2017 sekira pukul 05.30 Wib lalu, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat tempatan tentang keberadaan Alexander yang diketahui adalah DPO Kejari Rengat itu.

Informasi itu, Alex sedang melaksanakan aksinya dalam pengedaran shabu miliknya, setelah dilakukan penyelidikan dan sekira pukul 06.15 Wib Polisi berhasil mengamankan Alexander berikut barang bukti Narkotika yang dibawanya.

Setelah dilakukan penangkapan, tambah Arif Bastari, pihaknya mengamankan barang bukti Narkotika jenis shabu dan Pil Exstasi di dalam tas Alex dan selanjutnya dilakukan penggeledahan di rumah Alex dan kembali ditemukan sabu.

Pengakuan Alexander bahwa Shabu dan Pil Exstasi yang ada padanya berasal dari DG dan MM, DG adalah warga Aceh dan MM saat ini masih menjadi penghuni LP Gobah.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tersangka Alex petugas mengamankan 1,8 Kg narkotika jenis sabu, sebanyak 98 butir pil exstasi warna merah jambu, 69 butir pil exstasi warna krem, 4 pak pembungkus plastic bening, uang Rp.158.557.000, 1 pucuk Senpi jenis FN, 3 buah magazen berikut amunisi 30 butir.

Kemudian 1 alat isap sabu (Bong), 1 HP Nokia, 1 tas rangsel hitam, 1 unit kotak sonsistim hitam, 1 timbangan electric, 1 lembar bukti setoran bank mandiri, 2 HP Samsung android, 2 hp siomo androit, 2 HP Oppo android, 1 hp asus android, 1 hp Tab asus, 3 HP Tab Advan, 1 hp Polytron, 2 hp Tab Nokia, 1 hp Samsung lipat, 2 unit kendaraan roda empat 1 diantaranya jenis Inova.

Selain itu, Kapolres Arif Bastari juga menemukan 2 senjata api laras panjang dan 1 unit senapan angin, hingga saat ini ketiga tersangka Narkotika jenis shabu ini masih dalam tahap pemeriksaan guna pengembangan lebih lanjut, dan hingga saat ini ketiga tersangka belum ada menyebutkan adanya keterlibatan anggota Polri maupun TNI dalam pelaksanaan peredaran shabu dimaksud.

Acara pres realese ini dilaksanakan di Mapolres Inhu usai melaksanakan sertijab Kabag Ops, Kasat Reskrim dan Kapolsek Lirik, yang dihadiri semua perwira di jajaran Polres Inhu dan wartawan dari semua media, Senin (6/11/2017). (zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.