Home / Pendidikan / Buntut Kekerasan Murid, P2TP2A Inhu Datangi SDN 016 Bukit Selasih

Buntut Kekerasan Murid, P2TP2A Inhu Datangi SDN 016 Bukit Selasih

Buntut Kekerasan Murid, P2TP2A Inhu Datangi SDN 016 Bukit Selasih
Zul.A.P
Tim Perlindungan anak dan perempuan Kab Inhu berfoto bersama dengan anak didik SDN 016 Bukit Selasih Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Jumat (3/11/2017) pagi.

Rengat, Oketimes.com - Terkait perlakuan oknum guru SDN 016 Bukit Selasih Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau, atas dugaan kekerasan yang dialami anak didiknya, membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Inhu mendatangi sekolah, guna menyaksikan dan melakukan pendataan.

DP3A Inhu membuat tim bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kab Inhu, dengan menggandeng tim Phisikologis dan Bantuan Hukum di Inhu, guna melakukan pertemuan dengan oknum guru tersebut bersama dewan guru, Kasek 016 Bukit Selasih serta di hadiri KUPTD Pendidikan Kecamatan Rengat Barat dan Komite sekolah.

Plt Kadis P3A Pemkab Inhu yang juga selaku wakil ketua P2TP2A Kab Inhu, Isnidar saat berkunjunga di SDN 016 Bukit Selasih saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (3/11/2017), menyebutkan sudah mendengar atas terjadinya tindak kekerasan terhadap anak didik di SDN 016 Bukitselasih.

Ia juga menyebutkan untuk menggali lebih dalam lagi persoalan tersebut, dalam waktu mereka segera membuat tim untuk turun, guna melihat langsung apa sebenarnya yang menjadi motif tindak kekerasan itu.
        
Menurut Isnidar, tim yang terdiri dari Dinas P3A Pemkab Inhu, P2TP2A Kab Inhu, LBH Perlindungan Anak dan Perempuan, Phisikologis dan KUPTD Pendidikan Inhu, barusan dilakukan pertemuan dan akan dilanjutkan oleh pertemuan antara Phisikologis, LBH dengan anak anak yang diduga menjadi korban kekerasan .
        
Isnidar yang didampingi Kabid Perlindungan Perempuan, Dewi Devayanti, SH, Kabid Perlindungan Anak, Rika, Iqbal, dari KUPTD Pendidikan Rengat Barat, Abdul Manaf, SPd, Adi Ismanto, SPd (Pengawas Sekolah) dan sejumlah staf.
        
Ditambahkan Isnidar, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Phisikologis yang masih bekerja yaitu melakukan Tanya jawab dengan sejumlah murid yang diduga mendapatkan kekerasan dari guru mereka, sayangnya guru yang bersangkutan berinisial Sut, hingga saat ini belum hadir, namun nanti bisa dikunjungi ke kediamannya.
        
Dua pengawas yang mewakili Dinas Pendidikan Inhu, Abd Manaf dan Adi Ismanto usai melakukan pertemuan itu ditemui awak media ini menjelaskan, peringatan dan saran yang sudah diberikan kepada guru yang diduga kerap melakukan tindak kekerasan terhadap anak itu, sudah berulang kali diberikan, namun nampaknya tidak menghasilkan yang signifikan.

Laporan masyarakat sekitar sekolah tempat guru Sut mengajar, sudah banyak masuk ke KUPTD Pendidikan Rengat Barat, bahkan warga minta agar guru Sut tidak lagi mengajar di sekolah itu, sebab masyarakat trauma dengan apa yang kerap dilakukan guru Sut terhadap anak didik, bahkan dikhawatirkan lebih dari apa yang telah dilakukannya.
        
Baik menurut Abd Manaf maupun Adi Ismanto, apa yang telah terjadi di SDN 016 Bukitselasih ini, segera membicarakannya di Dinas Pendidikan Pemkab Inhu, guna pengambilan sebuah keputusan yang baik,
"Keputusannya nanti masih akan dibicarakan antara KUPTD Pendidikan dengan Kadisdik Pemkab Inhu, selanjutnya melaporkan permasalahan kepada Bupati Inhu untuk diambil keputusan, ujar mereka secara bergantian.
        
Ketua Komite SDN 016 Bukitselasih, Ismail Usman dikonfirmasi usai pertemuan itu menjelaskan, tidak lagi mengkehendaki guru atas nama Sutarto untuk mengajar di SDN 016 Bukitselasih itu, jika ternyata Sutarto masih juga mengajar dikhawatirkannya masyarakat akan marah dan mendatangi SDN 016 ini beramai ramai.
        
Kekhawatiran para orang tua murid masih diambang kewajaran, terlebih bagi siswa perempuan yang sudah mulai beranjak dewasa, rasa ketakutan anak terhadap guru Sutarto kerap disampaikan murid itu kepada orang tuanya, dan membuat rasa cemas terhadap para wali murid tentunya.
        
Menurut Ismail, sebaiknya Sutarto secepatnya ditarik ke induk instansinya, artinya tidak lagi melakukan proses belajar mengajar di SDN 016 Bukitselasih, selanjutnya Kepala Sekolah SDN 016 yang masih terbilang baru, agar mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah itu.
        
Sebelumnya wali murid, Ebot kepada awak media ini mengatakan, para anak didik kelas V yang guru kelasnya Sutarto, bukan hanya dugaan tindak kekerasan saja yang dilakukannya terhadap murid kelas V, namun sejumlah anak didik yang diajarkan khususnya murid perempuan, ada yang mengaku bokong mereka dipegang oleh sang guru Sut itu.

Makanya masyarakat mengharapkan kepada tim yang melakukan pemeriksaan terhadap tindak kekerasan terhadap anak di SDN 016 Bukitselasih yang sedang berlangsung itu, hendaknya menelusurinya secara rinci dan sedetil mungkin, termasuk dugaan pelecehan seksual terhadap apa yang pernah disampaikan sejumlah murid wanita kelas V SDN 016 Bukitselasih itu. (zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.