Home / Kesehatan / Tips Menghadapi Gondongan Testis Bagi Pria

Tips Menghadapi Gondongan Testis Bagi Pria

Tips Menghadapi Gondongan Testis Bagi Pria
INT
Ilustrasi

Gondongan yang biasa kita tahu adalah pembengkakan pada pipi dan area leher. Gondongan atau parotitis, atau yang biasa disebut mumps dalam Bahasa Inggris, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus.

Biasanya, gondongan menyerang anak-anak antara usia 2-14 tahun. Namun tahukah Anda kalau gondongan juga bisa muncul di testis orang dewasa?

Waduh! Kenapa bisa muncul gondongan di testis? Apakah kondisi ini berbahaya? Bisakah penyakit ini menyebabkan masalah performa di ranjang atau bahkan kemandulan? Simak fakta-faktanya yang diuraikan Hello Sehat.

Dalam bahasa medis, gondongan di testis disebut orchitis. Orchitis adalah peradangan yang menyebabkan pembengkakan pada salah satu atau kedua testis di dalam buah zakar (skrotum). Penyakit ini biasa menyerang laki-laki berusia di atas 45 tahun dan terutama pada penderita gondongan leher.

Satu dari empat laki-laki yang terserang gondongan leher akan juga mendapatkan gondongan di testis. Biasanya gondongan di alat kelamin ini akan muncul setelah empat sampai delapan hari setelah Anda terkena gondongan di leher.

Testis bengkak, tapi saya tidak gondongan, apa penyebabnya? Jika Anda belum atau tidak pernah mendapat gondongan di leher, gondongan testis dapat muncul mandiri.

Testis yang membengkak ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui penyebab dari bengkaknya testis Anda dan konsultasikan ke dokter agar bisa diobati dengan benar.

Beragam kemungkinan testis bengkak meski tidak punya gondongan di leher, termasuk:

1. Cedera atau luka, misalnya mengalami kecelakaan lalu lintas atau olahraga sehingga tubuh bagian bawah terbentur. Selain itu, jika sebelumnya pernah melakukan operasi bedah di area genital seperti vasektomi, bisa jadi testis bengkak adalah efek samping dari hal tersebut.

2. Membengkaknya epididimis Anda yang terletak di belakang kedua testis. Biasanya ini diikuti oleh ejakulasi yang berdarah.

3. Terjadi karena bengkak pada pembuluh darah balik Anda atau yang biasa disebut Varikokel. Biasanya dialami oleh pria muda dan terjadi pada salah satu testis (biasanya kiri).

4. Hernia inguinal, atau dinding perut bagian bawah yang melemah sehingga usus turun ke kantung testis juga dapat membuat testis terlihat lebih besar.

5. Kanker testis juga bisa menyebabkan pembengkakan. Inilah yang perlu Anda waspadai. Diagnosis dini bisa meningkatkan kemungkinan sembuh hingga lebih dari 90 persen.

Apa saja tanda dan gejala gondongan di testis?

Pembengkakan testis akan menyebabkan rasa sakit. Gejala lainnya yang umum terjadi selain bengkak dan sakit pada testis, termasuk juga mual, demam, dan terkadang sakit ketika buang air kecil.

Orchitis dapat membuat testis mengerut. Bila ini terjadi, volume testis berkurang dan tentu saja produksi sperma akan berkurang. Namun begitu, orchitis tidak dilaporkan berdampak langsung pada masalah kesuburan lelaki.

Angka ketidaksuburan pada pasien orchitis tercatat kecil, di bawah 50 persen. Tapi sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter spesialis urologi untuk informasi lebih lanjut seputar kondisi Anda dan efek sampingnya pada kesuburan Anda.

Bagaimana cara mengatasi gondongan di testis?

Pada kebanyakan kasus, orchitis akan sembuh sendiri secara total tanpa menimbulkan komplikasi. Pembengkakan testis akan hilang ketika bengkak gondongan leher Anda juga mulai hilang.

Jadi, pada umumnya testis bengkak atau gondongan di testis ini tidak berbahaya. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa mengompres bengkaknya dengan air hangat, serta menggunakan celana dalam yang nyaman dan tidak ketat sehingga tidak menyebabkan sakit.

Anda bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atau ibuprofen. Jika sakit berlanjut, segera konsultasikan ke dokter.***

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.