Home / Pemerintahan / Tangkal Radikalisme, Anti Toleran-Pancasila, Polda Gelar Rakor Bersama Instansi Terkait

Tangkal Radikalisme, Anti Toleran-Pancasila, Polda Gelar Rakor Bersama Instansi Terkait

Tangkal Radikalisme, Anti Toleran-Pancasila, Polda Gelar Rakor Bersama Instansi Terkait
Humas Polda Riau For oketimes.com
Dalam rangka pencegahan paham radikalisme, anti toleran dan anti Pancasila di wilayah Provinsi Riau, Kepolisian Daerah mengadakan Rapat Koordinasi bersama Instansi terkait yang di gelar di Ballroom Hotel Premier Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin 30 Oktober 2017 siang.

Pekanbaru, Oketimes.com - Dalam rangka pencegahan paham radikalisme, anti toleran dan anti Pancasila di wilayah Provinsi Riau, Kepolisian Daerah mengadakan Rapat Koordinasi bersama Instansi terkait yang di gelar di Ballroom Hotel Premier Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin 30 Oktober 2017 siang.

Dalam rakor ini, hadir Gubernur Riau, Kapolda, Ketua DPRD Provinsi, Kepala UKP Pancasila, Danrem 031 Wira Bima, Kakanwil Kemenag Riau, Kabinda Provinsi Riau, para Pejabat Utama Polda Riau, Bupati-walikota, para Kapolres, Kasat, Kapolsek, Kanit dan peserta rakor.

Peserta rakor yang hadir antara lain, Asisten pemprov Riau, Kaban Kesbangpol Riau, Kabid Kawaspadaan Nasional Kesbangpol Riau, Bupati dan Walikota se-Riau, Kaban Kesbangpol Kab/Kota, Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Kab/Kota, Wakapolda Riau, Irwasda Polda Riau Pejabat Utama Polda Riau, Kapolres/ta sejajaran Polda Riau.
 

Selanjutnya, Kasat Intel Polresta jajaran Polda Riau, Kasat Binmas Polres/ta sejajaran Polda Riau, Kapolsek perwakilan masing masing Polres/ta, Korem 031 Wira Bima, Kasi Intel Korem 031/Wira Bima, Kasi Ter Korem O31/Wira Bima, Dandim sejajaran Korem 031/Wira Bima, Pasi Intel Kodim sejajaran Korem 031/Wira Bima.

Pasi Ter Kodim sejajaran Korem 031/Wira Bima, Kanwil Kemenag Prov Riau, Kakanwil Kemenag Prov Riau, para Kasubag Kanwil Kemenag, para Kabid Kanwil Kemenag Prov Riau, para Kakan Kemenag sejajaran Prov Riau, Kajati Riau, Kasi Intel Kejati Riau.

Gubernur Riau Ir. Arsyadjuliandi rachman dalam sambutannya menyebutkan bahwa Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam gerak langkah secara bersama-sama di lapangan, sesuai tupoksi masing-masing dan sinergitas antar instansi akan lebih kompak dan harmonis.

"Sehingga kedepannya, agar empat instansi terkait (Kejaksaan, Kementerian Agama, Kepolisian dan Korem) dapat membentuk tim terpadu atau forum pencegahan paham radikalisme, anti toleran dan anti pancasila," ujar gubri.

Pada kesempatan itu, Gubernur Riau terus mendorong dan mengerahkan mahasiswa selaku agent of change untuk menjadi penangkal paham Radikalisme yang berkembang di lingkungan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa radikalisme telah merajalela di kalangan masyarakat, tidak hanya pada ormas-ormas tertentu, namun juga menyusup ke kalangan mahasiswa.

Gubernur kembali mengungkapkan, bahwa Radikalisme dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa untuk itu harus segera kita tangkal dengan cara menumbuhkan sikap Nasionalisme dan Patriotisme.

Kapolda Riau Irjen Pol Drs Nandang MH juga mengatakan dengan diadakannya rakor instansi terkait ini bertujuan dapat meningkatkan sinergitas dan kerjasama instansi terkait dalam rangka mencegah dan menangkal berkembangnya paham radikalisme, anti toleran, dan anti pancasila.

"Sehingga tetap terjaga situasi yang kondusif di provinsi Riau, meningkatkan sinergitas instansi terkait, dan membangun kemitraan instansi terkait, guna melakukan kerja sama dalam rangka terwujudnya keamanan yang kondusif dan ketertiban masyatakat di negara kesatuan republik indonesia khususnya di Provinsi Riau," ujarnya.

Dijelaskan Kapolda Riau, dengan dilakukannya cegah tangkal berkembangnya paham radikalisme, anti toleran dan anti pancasila di Provinsi Riau perlu dilakukan sinergitas dilingkup instansi terkait seperti:

Penguatan Aparatur Instansi Terkait, Sosialisasi dan Edukasi tentang cegah tangkal berkembangnya paham radikalisme anti toleran dan anti pancasila kepada tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, RT/RW Se provinsi Riau, agar terlibat dalam organisasi yang diduga mengembangkan paham radikalisme, anti toleran dan anti pancasila.

Penguatan pengawasan dan monitoring terhadap berkembang paham radikalisme, anti toleran dan anti pancasila, Pertukaran informasi dan data sesama instansi terkait, MelakuKan kerjasama dengan lembaga dan oragnisasi lainnya dalam rangka cegah tangkal berkembangnya paham radikalisme, anti toleran dan anti pancasila.

Dari hasil pantauan, acara tersebut dimulai sejak pukul 14:30 Wib hingga selesai pukul 18.30 Wib, selama kegiatan berlangsung lancar aman dan kondusif.(*/ars)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.