Home / Lingkungan / Dituding Sumber Hama Kumbang Tanduk, PT Inecda Meradang

Dituding Sumber Hama Kumbang Tanduk, PT Inecda Meradang

Dituding Sumber Hama Kumbang Tanduk, PT Inecda Meradang
zoel a.p
Oketimes.com - Rengat : Hama pengrusak jenis tanaman Kelapa Sawit dan Kelapa biasa yang kerap diketahui masyarakat awam kumbang tanduk (Oryctes Rhinoceros), kini sedang mewabah di pemukiman masyarakat Desa Tanimakmur dan sekitarnya, akibatnya para petani mengalami kerugian.

Kebanyakan masyarakat menuding mewabahnya spisies kumbang tanduk ini, berasal dari areal PT Inecda Plantation, lantaran perusahaan milik asal Korea ini, sedang melaksanakan replanting, penumbangan dan penanaman kembali, karena kelapa sawit yang ada sudah tidak produktif lagi.

General Manager PT Inecda Plantation Rengat Barat, Inhu, Khamdi saat ditemui di ruang kerjanya kemarin menjelaskan mewabahnya spisies kumbang tanduk di kebun kelapa sawit dan kelapa makan milik masyarakat, bukanlah berasal dari areal kebun PT Inecda. Karena spisies ini lazimnya menyerang dan bermukim di tanaman kelapa makan.

Dari hasil penelitian Tim Lembaga Pusat Penelitian Kelapa Sawit (LPPKS) yang berkantor di Medan (Sumut) dipimpin Ozzy beberapa hari lalu, sudah menjelaskannya kepada para tokoh masyarakat di sejumlah desa yang pemukimannya berdampingan dengan perusahaan.

Bahwa, kumbang tanduk kerap menyerang pemukiman pada tanaman kelapa makan, namun karena tanaman kelapa makan di pemukiman penduduk tidak terlalu banyak (Terbatas) dan tidak ada yang berkebun kelapa makan, maka spisies itu menyerang ke tanaman kelapa sawit, khusus pada tanaman usia muda.

Hasil penelitian itu tim LPPKS itu juga menyebutkan, keterbatasan jenis tanaman kelapa makan, membuat spisies kumbang tanduk itu mencari alternative lain, sasarannya adalah kelapa sawit yang usia muda yang ada di sekitarnya.

Spisies ini, tidak menyerang tanaman kelapa sawit usia tua, maka bisa dibantah bahwa spisies ini bukan berasal dan kebun PT Inecda akibat terjadinya replanting.

Namun hakekatnya yang diserang kumbang tanduk ini adalah kelapa sawit yang baru ditanam PT Inecda, hingga sedikit ekstra kerja keras menanggulanginya dengan berbagai macam cara.

Menurut Khamdi, batang sawit yang direplanting pada tahap pertama dilakukan penanaman (dikubur) pada lokasi areal jalur gawangan mati di tanaman kelapa sawit.

Sedangkan replanting tahap dua, batang sawit dirajang dengan ukuran ketebalan 10 cm, agar batang sawit yang telah dirajang itu cepat membusuk, guna menghindari tempat bersarangnya kumbang tanduk.

Lebih jauh Khamdi juga menyebutkan pada areal tanaman muda milik PT Inecda dilakukan pemasangan jaring di sepanjang pinggiran kebun kelapa sawit usia muda, sebagaimana dapat dibuktikan puluhan ribu kumbang tanduk terjaring pada jarring yang sudah dipasang, dan dengan sendirinya spisies itu mati dengan sendirinya
      
Alternatif lain, PT Inecda juga melakukan sejenis perangkap yang disebut Feroman Trag, di setiap perangkap itu sudah disemprotkan superma kumbang tanduk, sehingga spisies ini berduyun duyun mendatangi perangkap tersebut, hasilnya cukup signifikan.
      
"Jadi tidak benar jika dikatakan, akibat dilakukannya replanting pada kebun PT Inecda mengakibatkan mewabahnya spisies kumbang tanduk hingga ke tanaman masyarakat sekitar kebun perusahaan," sebut Khamdi.
      
Terkait hal ini mengakibatkan banyaknya keluhan masyarakat sekitar bahwa kebun PT Inecda adalah sumber penyebab hama tersebut. Bahkan warga pun sempat melaporkan dugaan tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan provinsi Riau.

Kadis LHK Prop Riau melalui Kabid Penaatan Penataan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Said Nurjaya, SH sempat turun ke sejumlah lokasi yang diduga terserang dengan hama kumbang tanduk, antara ke PT Inecda Plantation Rengat Barat, Inhu beberapa hari lalu.
       
Menurut Said Nurjaya sejumlah pimpinan perusahaan yang rentan terganggu tanaman kebun sawitnya oleh hama kumbang tanduk, bahkan mengharapkan kepada pihak perusahaan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tempatan, terkait keberadaan kumbang tanduk dan bagaimana sistim pemberantasannya.

Said Nurjaya bersama tim yang dipimpinnya juga mengharapkan kepada PT Inecda agar secara berkesinambungan melakukan pemberantasan terhadap kumbang tanduk, sehingga tidak sampai mewabah ke tanaman masyarakat sekitar. (Zul)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.