Home / Kesehatan / Tim Surveyor Akreditasi Kunjungi Siak, Empat Puskesmas Ini Bakal Naik Kelas

Tim Surveyor Akreditasi Kunjungi Siak, Empat Puskesmas Ini Bakal Naik Kelas

Tim Surveyor Akreditasi Kunjungi Siak, Empat Puskesmas Ini Bakal Naik Kelas
Diskominfopersantik siak for oketimes.com
Oketimes.com - Siak : Empat dari 15 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kabupaten Siak, akan menjalani penilaian dari Tim Surveyor Akreditasi PuskesmasPenilaian akreditasi meliputi administrasi dan manajemen, upaya kesehatan perorangan dan masyarakat, serta kemitraan dengan lembaga lain.

"Ada 15 puskesmas di kabupaten Siak, tiga diantaranya (Siak, Bungaraya dan Tualang) sudah terakreditasi. Tahun ini ada 4 puskesmas yang akan dinilai oleh tim," kata Kadis Kesehatan Tony Chandra di hotel Grand Royal saat pembukaan, Minggu (10/9/2017) malam.

Kata Tony, nantinya puskesmas akan mendapatkan nilai akreditasi dasar, madya, utama, atau paripurna. Pada tahun lalu, puskesmas yang sudah terakreditasi adalah puskesmas Siak tingkat dasar, Bungaraya tingkat madya dan puskesmas Tualang tingkat dasar.

"Untuk tahun  ini yang akan di lakukan penilaian oleh tim adalah kecamatan Sungai Apit, Lubuk Dalam, Kandis dan Dayun," sebut mantan Direktur RSUD Siak itu.

Ia berharap tahun depan semua puskesmas di kabupaten Siak sudah terakreditasi. Sehingga bisa memberikan motivasi dan dorongan kepada puskesmas agar dapat memberikan pelayanan yang lebih bermutu dan berkualitas.

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syafrilenti menyampaikan, jika semua Puskemas sudah terakreditasi, dampaknya akan bermanfaat untuk masyarakat, karena meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat lebih merasa nyaman dalam berobat di Puskesmas. Karena puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggara upaya kesehatan.

"Ada atau tidak ada penilaian ini, kita harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Saya berharap, setelah terakreditasi nanti, ada peningkatan pelayanan dan kualitas sehingga jumlah masyarakat yang datang semakin berkurang," ujar Syafrilenti.

Selama ini sambung Syafrilenti, masih saja ada masyarakat yang memandang sebelah mata tentang pelayanan puskesmas, lantaran terbatasnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di puskesmas. Oleh karena itu, pemerintah melakukan usaha peningkatan mutu di Puskesmas, salah satunya ialah dengan dilakukannya akreditasi ini.

Dilain pihak, Ketua Tim Surveyor Akreditasi Rismawati Syarif yang akan melakukan penilaian pertama pada UPTD Puskesmas Sungai Apit selama 3 hari, mulai tanggal 10 sampai 13 September 2017.

"Kedatangan kami kesini untuk melihat dari dekat, bagaimana pelayanan puskesmas disini, kemudian dinilai untuk mendapatkan tingkat akreditasi," kata Rismawati.

Ia menjelaskan, tim surveyor bertugas hanya melakukan pembinaan dan penilaian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, sesuai kode etik yang telah ditetapkan.

Selain itu, tim akan melakukan  pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya kesehatan, serta penerapan manajemen risiko, bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Pendekatan yang dipakai dalam akreditasi Puskesmas adalah keselamatan dan hak pasien dan keluarga, dengan tetap memperhatikan hak petugas. Prinsip ini ditegakkan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan.

Tim Surveyor tersebut terdiri dari Rismawati Syarif surveyor bidang administrasi manajemen dari Kementerian Kesehatan, Desi Leni bidang upaya kesehatan masyarakat (UKM) dari Sumatera Selatan, dan Wildan Asfan bidang upaya kesehatan perorang (UKP) dari Riau.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan kesepakatan antara UPTD Puskesmas Sungai Apit dengan Surveyor dan UPTD Puskesmas Lubuk Dalam dengan Surveyor. (*/man)

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.