ADVERTORIAL PEMKAB BENGKALIS

Pemkab Bengkalis Ajak Siswa sebagai Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Bupati Bengkalis
Kabid Perhubungan Darat H. Alfakrurrazy
Bengkalis, Oketimes.com - Berkendaraan di Jalan Raya merupakan kebutuhan aktivitas sehari-hari bagi masyarakat di wilayah darat. Diman sektor transportasi merupakan sektor yang memegang peranan vital dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu kala.

Melalui sektor transportasi, manusia melakukan interaksi dan komunikasi dengan manusia lainnya dan lingkungan sekitarnya. Unsur-unsur yang membentuk sektor transportasi, khususnya transportasi darat secara garis besar terbagi dua yaitu unsur statis dan unsur dinamis yang masing-masing telah mengalami kemajuan dengan sendirinya.

Unsur statis adalah jaringan jalan dengan segala macam infrastruktur pendukungnya yaitu rambu lalu lintas, marka jalan, penerangan jalan. Sedangkan unsur dinamis adalah segala macam jenis kendaraan atau moda transportasi yang bergerak di atasnya.

Bicara mengenai kendaraan bermotor yang merupakan unsur dinamis sektor transportasi modern, ada satu masalah pelik yang masih terus menghantui masyarakat hingga kini, yaitu masalah kesadaran berlalu lintas di jalan raya menyangkut perilaku pengemudi kendaraan bermotor.

Tentunya sepakat mengenai masih kurang tertib dan disiplinnya para pengguna jalan raya. Beragam perilaku buruk pengemudi kendaraan tentunya sudah sering ditemui tiap hari ketika berada di jalan raya.

Mulai dari mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm, kebut-kebutan atau menyetir kendaraan secara zig-zag tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas, mengabaikan keberadaan pejalan kaki yang seharusnya didahulukan hak-haknya, melanggar lampu merah dan rambu lalu lintas, menyetir melawan arus (forbidden) hingga tindakan-tindakan lain dalam mengemudi kendaraan yang cenderung membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Fenomena itu, tentu saja meresahkan masyarakat. Karena tidak saja menyangkut keselamatan diri pengendara itu sendiri, tapi juga keselamatan anggota keluarga dan relasi pengendara yang lain dan mungkin tidak penting lagi bagi masyarakat tentang data-data penelitian yang menyimpulkan tentang buruknya perilaku mengemudi di jalan raya atau tingginya angka kecelakaan lalu lintas karena seringnya menyaksikan hal tersebut.

Apalagi masyarakat mengakui bahaw masih kurang upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas. Sebagai contoh, kita sering melihat di jalan anak-anak dibawah umur yang mengendarai sepeda motor, bahkan sampai berboncengan tiga orang, padahal jelas-jelas mereka pasti belum memiliki SIM.

Begitu pula pula dengan orang tua yang dengan mudahnya meminjamkan atau membelikan sepeda motor bagi anak-anaknya namun melupakan untuk menanamkan tertib berlalu lintas.

Dari fenomena itu, dapat di lihat dan diraskan bahwa etika berlalu lintas masih belum menjadi budaya dikalangan warga Bengkalis.

Etika berlalu lintas masih menjadi referensi yang hanya ampuh untuk menambah pengetahuan pengemudi kendaraan bermotor dalam mengajukan permohonan SIM baru, namun belum mampu mengubah perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Sementara praktek ujian untuk memperoleh SIM hanya sebagai dasar hukum yang memperbolehkan seseorang untuk mengemudi kendaraan hanya bersifat menguji pengetahuan tentang aturan berlalu lintas dan ketrampilan dasar mengemudi dalam durasi waktu singkat, sehingga tidak cukup komprehensif untuk wahana pembentukan kesadaran berlalu lintas bagi seseorang meskipun ia dinyatakan berhak memperoleh SIM misalnya.

Bupati Bengkalis
Anisah Rahmah Handani Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bantan Bengkalis (dua dari kanan) saat menerima piala sebagai terbaik II pelajar pelopor keselamatan LLAJ se-Riau tahun 2017 saat acara penutupan di Pekanbaru, Sabtu 16 September 2017 lalu.
Upaya penanaman kesadaran berlalu lintas, semestinya upaya yang kontinu dan menjangkau hingga ke pelosok, karena merupakan upaya untuk merubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat dari segala strata usia, pendidikan dan status sosial.

Point yang paling penting dari upaya ini adalah pencegahan terjadinya kecelakaan di jalan raya yang membuat jalan raya sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk menunjang produktivitas masyarakat di segala bidang.

Penanaman kesadaran berlalu lintas, sebaiknya dilakukan sejak dini dan dapat diintegrasikan sebagai salah satu muatan wajib dalam kurikulum PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Masa kanak-kanak merupakan fase awal dalam kehidupan manusia untuk memulai sosialisasi eksternal di luar lingkungan keluarga. Intinya pada fase ini cenderung lebih mudah untuk menyerap nilai-nilai termasuk pengetahuan berlalu lintas, karena pada nantinya jika mereka memasuki usia sekolah, remaja dan dewasa mereka akan selalu berinteraksi dengan sistem lalu lintas dan jalan raya dalam menjalankan aktivitasnya.

Disini sangat diperlukan adanya kerjasama lintas sektoral yang saling terkait antara institusi pendidikan, kepolisian, pemerintah daerah dan kelompok kepentingan lainnya dalam menyusun kurikulum dan melaksanakan pengajaran mengenai pentingnya kesadaran berlalu lintas pada anak-anak.

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di jalan raya, bagaimana menghormati sesama pemakai jalan, pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan bagaimana menyeberang jalan dengan aman adalah materi-materi dasar lalu lintas untuk tingkatan anak usia dini yang dapat dikemas dalam metode pengajaran yang menarik bagi mereka sehingga lebih mudah untuk tertanam dalam benak pikirannya dan mampu memberi nilai tambah bagi PAUD itu sendiri.

Selanjutnya, institusi vital lainnya yang juga berperan penting dalam mendukung upaya menanamkan kesadaran berlalu lintas pada usia dini adalah keluarga dan media massa. Sementara Keluarga adalah institusi yang pertama dan utama bagi setiap individu untuk wahana sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai.

Pada masa usia dini, frekuensi kedekatan hubungan antara anak dengan orang tua masih sangat tinggi sehingga orang tualahyang harus menjadi guru bagi anak-anaknya dengan mensosialisasikan nilai-nilai hidup yang positif.

Dimana pada masa ini dengan kondisi lalu lintas yang makin rumit dan menuntut anak-anak untuk mulai banyak beraktivitas di luar rumah, terutama untuk kepentingan pendidikan.

Seharusnya disikapi secara adaptif oleh kalangan orang tua dengan mulai mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana seharusnya bersikap dan bertingkah laku di jalan raya demi keselamatan dirinya sendiri.

Terlebih karena, tidak mungkin bagi orang tua untuk terus menerus mendampingi anak-anaknya dalam beraktivitas di luar rumah sehingga terasa sekali pentingnya anak-anak diajarkan sejak usia dini mengenai kesadaran berlalu lintas.

Ketika ada kesempatan untuk pergi bersama keluarga, orang tua juga dapat memberi teladan dengan mengemudi kendaraan secara baik dan santun serta mematuhi rambu lalu lintas yang ada sehingga menjadi wahana pembelajaran yang efektif bagi anak di lingkungan keluarga intinya untuk memiliki kesadaran berlalu lintas sejak dini.

Sementara peranan media massa dalam mengkampanyekan kesadaran berlalu lintas dan keselamatan jalan tidak sebatas sebagai partner pemerintah saja. Mengingat kebutuhan masyarakat modern akan informasi sangatlah besar dan peluang inilah yang dapat dimanfaatkan oleh media massa untuk menyebarluaskan isu kesadaran berlalu lintas.

Tema mengenai kesadaran berlalu lintas, sebaiknya harus rutin diangkat oleh media massa setiap beberapa periode waktu tertentu demi efektivitas kampanye sadar berlalu lintas itu sendiri, agar apa yang telah terpublikasikan ke masyarakat tidak begitu saja dilupakan dan mampu menambah pengetahuan masyarakat, terutama para orang tua untuk selanjutnya diajarkan pada anak-anaknya.

Bupati Bengkalis
Masyarakat Bengkalis Khairul Anuwar.
Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, toleransi tinggi, peduli dengan orang lain, gotong royong, dan karakter-karakter positif lainnya. Namun pertanyaan yang muncul saat ini apakah karakter-karakter positif tersebut masih terjaga kelestariannya pada masyarakat Indonesia.

Jawabnya karakter positif tersebut mulai luntur. Semangat kebersamaan dan kekeluargaan mulai hilang berganti menjadi individual dan karakter negatif semakin umum dijumpai. Banyak indikator yang dapat kita gunakan sebagai acuan salah satunya adalah perilaku di jalan raya.

Berikut uraian beberapa karakter positif yang mulai luntur dan nampak didalam pengguna jalan raya. Perturan lalu lintas sering sekali diabaikan oleh masyarakat Indonesia, dimana masyarakat melihat fakta yang terjadi hingga saat sekarang, Kecelakaan hampir setiap saat terjadi, kemacetan selalu tidak dapat dihindari, karena para pengendara membutakan mata, hati, dan pikiran dalam mengemudikan kendaraannya di jalan raya.

Seharusnyalah setiap pengendara selalu mematuhi aturan yang diberlakukan di jalan raya, demi keselamatan diri sendiri dan juga orang lain. Berlalu lintas dengan cara mematuhi aturan-aturan yang ada salah satu cara menghindari terjadinya kecelakaan, tanpa harus mencari celah lemahnya aturan dan mencari kelengahan pengawasan dari pihak terkait.

Menanggapi hal ini, PLT Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis Djoko Edi Imhar lewat Kabid Perhubungan Darat H Alfakrurrazy mengatakan bahwa pihaknya selama ini terus melaksanakan kegiatan Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas Tingkat Kabupaten Bengkalis untuk sekaligu mengkampanyekan betapa pentingnya menjaga dan menjadi pelopor kesamatan berlalu lintas di Jalan Raya.

"Harapan kami, dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas khususnya di kalangan pelajar Kab. Bengkalis dan juga semoga calon peserta yang terpilih menjadi PPKJ Kab. Bengkalis tahun 2018, dapat mengharumkan nama Kab Bengkalis di tingkat Provinsi maupun Nasional.

Menurutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, salah satu instansi penggerak dan pelopor keselamatan lalu lintas, dituntut untuk berperan aktif dalam penyelenggaraan keselamatan dalam berlalu lintas itu sendiri.

Salah satunya adalah melibatkan peran pelajar dalam keselamatan berlalu lintas. Dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi jalan, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan Pemilihan Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Tingkat SD, SMP, dan SMA.

Kegiatan ini, menjadi agenda rutin tahunan Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis sejak beberapa tahun lalu. Kedepannya, kegiatan tersebut diharapkan memberikan banyak dampak positif serta menyebarkan virus tertib lalu lintas yang lebih luas lagi.

Beberapa tujuan lain diadakan lanjut H Alfakrurrazy, adalah sebagai berikut, meningkatkan kesadaran pelajar dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan mengurangi resiko akibat kesalahan berperilaku tidak tertib di jalan.

Kemudian memberikan reward atas prestasi tertib berlalu lintas dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya menjaga keselamatan di jalan, Membangun kesadaran generasi muda untuk berperilaku tertib berlalu lintas, Membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini atas dasar kesadaran pribadi dan tanggungjawab moral untuk meningatkan keselamatan, Menyelamatkan generasi muda sebagai aset bangsa.

Khairul Anuwar selaku tokoh masyarakat warga Kecamatan Bengkalis ini mengatakan pengendara bermotor harus memiliki etika berkendaraan di jalan dan harus mematuhi atau melaksanakan tata tertib lalu lintas, terutama tata tertib keamanan berlalu lintas agar tidak merenggut korban jiwa dan bisa merugikan orang lain. Hal ini harus disadari pada setiap pengendara bermotor di jalan raya, agar tidak ada yang dirugikan.

Penegakan Hukum berlalu lintas harus tegas dalam menangani para pelanggar lalu lintas dan memprosesnya secara hukum, penegak hukum peraturan lalu lintas harus lebih rajin merazia pengendara bermotor yang melanggar peraturan lalu lintas tidak hanya di siang hari tapi di malam hari, karena banyak pengendara bermotor yang ugal-ugalan atau memacu kendaraanya terlalu cepat sehingga bisa mengancam keselamatan dirinya maupun oran lain.

Sementara Hasyim selaku warga Kelurahan Sebanga Kecamatan Mandau menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas di kabupaten Bengkalis khir-akhir ini, terutama di Jalan Lintas Duri-Dumai membuat orang tua murid cemas terhadap keselamatan anaknya sebagai pengguna jalan.

Kecemasan tersebut timbul, ketika melihat banyaknya anak Sekolah yang selalu melintas di jalan raya yang belum ada dibuatkan tanda zona selamat Sekolah.

Ia menyebutkan seiring kemajuan zaman, jalan lintas di Duri- Dumai kini dipenuhi kendaraan berbagai jenis yang melintas di jalan itu. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan arteleri yang laju kendaraan sering mengabaikan laju kendaraan yang dikemudikan pengendara.

"Zaman sekarang sudah maju, dulu jalan lintas Duri ini masih sepi, tapi sekarang sudah sering macet. Sehingga saya khawatir dengan keselamatan pengguna jalan khususnya anak sekolah mulai Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). Kalau tidak ada tanda zona selamat Sekolah, pengemudi yang melintas tidak akan bisa mengendalikan kendaraan yang dikemudikannya itu," kata Hasyim yang juga berprofesi sebagai sopir itu.

Hasyim juga mengatakan, sangat perlu sekali dibuatkan rambu di jalan tersebut. Menurutnya, agar para pengemudi kendaraan yang melintas di jalan tersebut bisa waspada terhadap pejalan kaki yang mayoritas pelajar itu.

Dia berharap kepada intansi terkait agar membuat rambu Zona Selamat Sekolah di persimpangan antara jalan menuju dusun Kampung Aceh dengan dusun-dusun atau dekat lingkungan sekolah.

"Sebab, kalau tidak dibuat rambu tersebut pengendara tidak tahu kalau kawasan itu banyak pengguna jalan yang mayoritas anak TK dan SD. Dengan demikian, laka lantas di sana dapat terhindari," tambahnya. (ptj/advertorial)